KETIK, MALANG – Euforia Lebaran sering kali dirayakan dengan menikmati beragam makanan yang disediakan. Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memberikan imbauan terkait gangguan lambung yang dapat dipicu oleh makan secara berlebihan.
Terlebih Hari Raya Idulfitri identik dengan makanan bersantan, berlemak, dan makanan manis. Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menjelaskan jangan sampai berakhirnya momen puasa membuat gaya hidup sehat masyarakat berakhir pula.
"Belajar dari puasa selama satu bulan Ramadan ini, kondisi tubuh sudah teratur, baik dari waktu ataupun jumlah asupan. Saya yakin masyarakat khususnya warga Kota Malang mempunyai status kesehatan yang bagus selama puasa kemarin," ujarnya, Minggu 22 Maret 2026.
Menurut Husnul, kondisi tubuh sudah beradaptasi dengan pola makan teratur selama Ramadan. Lebaran memang menjadi momen spesial, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan.
"Menyikapinya harus berpegang pada beberapa hal. Seperti boleh makan makanan yang disajikan, tetapi jangan berlebihan. Harus tetap memperhatikan jumlah yang harus dikonsumsi, kemudian jarak antara konsumsi makanan satu dan lainnya," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa lambung manusia terdiri dari 3 bagian yakni bagian padat, cair, dan sepertiga terakhir untuk udara yang mengatur sirkulasi di dalam lambung. Udara tersebut juga berfungsi agar pencernaan dapat berjalan dengan baik.
"Memang ada beberapa yang harus dibatasi. Misalnya dari makanan yang pedas. Tidak boleh istilahnya itu 'balas dendam' setelah satu bulan berpuasa. Tetap harus ada prinsip makanan masuk sesuai kebutuhan, bukan keinginan," tagasnya.
Dengan kapasitas lambunb yang terrbatas, apabila komposisi makanan tak diperhatikan maka dapat mengganggu sistem pencernaan. Salah satu dampaknya asam lambung meningkat ditandai dengan sensasi panas di tenggorokan, rasa kecut, hingga pahit di mulut.
"Kalau dibiarkan lama, akan menimbulkan iritasi di lambung yang bisa berpengaruh kepada pencernaan juga mungkin ada diare atau pendarahan," ujarnya.
Metabolisme tubuh pun akan berpengaruh. Mulai dari kadar gula meningkat, tekanan darah naik, dan lainnya.
"Maka berilah kesempatan kepada tubuh kita ini untuk bisa beristirahat, menyerap, kemudian mengalirkan kepada seluruh komponen tubuh dengan baik. Baru kemudian bisa diberikan asupan lagi," tandasnya.(*)
