‎Lautan Jemaah Padati Masjid Agung Jami' Kota Malang, Khotbah Tekankan Perubahan Diri

21 Maret 2026 10:17 21 Mar 2026 10:17

Thumbnail ‎Lautan Jemaah Padati Masjid Agung Jami' Kota Malang, Khotbah Tekankan Perubahan Diri

Ribuan jemaah memadati kawasan Masjid Agung Jami' Kota Malang untuk melaksanakan salat Idulfitri berjamaah pada Sabtu, 21 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Masjid Agung Jami' Kota Malang telah menyelenggarakan salat Idulfitri berjamaah dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai wilayah pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Salat Idulfitri berjamaah ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan yang telah menjadi momen perbaikan diri, mulai dari perilaku hingga karakter pada diri.

Pelaksanaan Salat Idulfitri berjamaah ini diimami oleh Ustadz H. Nurul Yaqin yang berlangsung khidmat serta kekhusyukan diiringi suasana kebersamaan serta semangat mempererat silaturrahmi antar umat Muslim dalam merayakan hari kemenangan.

Foto Salat Idulfitri berjamaah di Masjid Agung Jami' Kota Malang berlangsung khidmat dan khusyuk. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Salat Idulfitri berjamaah di Masjid Agung Jami' Kota Malang berlangsung khidmat dan khusyuk. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Dalam Salat Idulfitri berjamaah ini, KH. Drs. Imam Ma'ruf sebagai khotib menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri menjadi momen untuk melakukan perubahan pada jiwa agar bisa menjadi lebih sabar dan penyayang.

Menurutnya, ketika ada sesuatu yang salah pada diri berarti harus bisa melihat diri sendiri saat bulan Ramadan.

"Perubahan jiwa, yang dulunya tidak sabar bisa jadi sabar, yang dulunya pemarah bisa jadi lebih sabar dan penyayang. Jika ada yang salah di diri kita berarti ada yang salah pada diri kita di bulan Ramadan," ucap KH. Imam Ma'ruf pada khotbahnya.

Tak hanya itu, KH. Imam Ma'ruf juga menyampaikan bahwa lebaran menjadi momen untuk bisa meningkatkan jiwa sosial pada masyarakat, personal yang dulunya antipati terhadap orang lain akhirnya bisa memiliki empati pada bulan Ramadan.

"Bisa membentuk tingkat sosial pada masyarakat, dulunya yang antipati pada orang lain akhirnya pada Ramadan memiliki empati pada orang lain," jelasnya.

Sehingga, di momen lebaran ini menjadi ruang untuk bisa menyempurnakan kekuarangan dengan bersilaturahmi dengan sanak saudara.

"Saat lebaran, mari kita tembel barangkali ada kekurangan pada manusia dengan menyempurnakan silaturahmi," tutur sang khotib.

Menurutnya, lebaran memang menjadi momen khusus untuk bisa bersilaturahmi bukan untuk hal lain seperti rekreasi atau sebagainya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Salat Idulfitri Masjid Agung Jami' Kota Malang Kota Malang