KETIK, MALANG – PAC GP Ansor Turen melakukan panen raya Padi Sukma dengan total berat hingga 35 ton, Sabtu, 4 April 2026. Panen raya tersebut dihadiri langsung Bupati Malang Sanusi.
Hadir mendampingi Bupati Malang Sanusi, Sekda Kabupaten Malang Budiar dan Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat dan Forkopimcam Turen, jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Pimpinan GP Ansor Kabupaten Malang, serta Ketua beserta seluruh pengurus GP Ansor Kecamatan Turen.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi GP Ansor Turen dalam mendukung sektor pertanian di wilayah Kabupaten Malang.
“Kegiatan ini bukan sekadar panen hasil pertanian, tetapi juga merupakan panen dari kerja keras, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang luar biasa. Apa yang dilakukan GP Ansor Turen patut menjadi contoh bahwa pemuda tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu hadir dan berkontribusi nyata di sektor produktif, khususnya pertanian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Malang.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kami juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia pertanian, karena masa depan pertanian ada di tangan mereka. Inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi modern di bidang pertanian sangat diperlukan agar sektor ini semakin maju, efisien, dan berdaya saing. Apa yang dilakukan oleh GP Ansor Turen hari ini menjadi bukti bahwa regenerasi petani itu nyata dan harus terus kita dukung bersama,” tegasnya.
Melalui momentum panen raya ini, Abah Sanusi sapaan akrabnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta para petani.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi pertanian yang kita miliki. Semoga hasil panen hari ini membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan para petani, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” terangnya.
Diperoleh informasi, PAC GP Ansor Turen mencatat hasil yang membanggakan dalam panen raya itu. Dari lahan seluas 3 hektare yang disewa di Kelurahan Sedayu, produktivitas padi yang ditanam mencapai 11 ton per hektare.
Padi yang ditanam merupakan varietas Sukma, salah satu bibit unggulan asli Kabupaten Malang. Dengan capaian tersebut, total hasil panen diperkirakan mencapai 33 hingga 35 ton dalam satu kali masa panen.
Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, menjelaskan bahwa lahan tersebut dikelola langsung oleh kader Ansor Turen dengan sistem kerja berbasis pemberdayaan.
“Lahan yang dikelola oleh PAC GP Ansor Turen ini seluas 3 hektare. Per hektare itu menghasilkan rata-rata 11 ton, sehingga hasilnya sekitar 33 sampai 35 ton sekali panen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi pengalaman perdana kader Ansor Turen dalam mengelola tanaman padi, setelah sebelumnya mencoba komoditas jagung.
“Ini pertama kali kami mengelola padi, sebelumnya sempat menanam jagung. Alhamdulillah, untuk yang ini hasilnya sangat sukses,” katanya.
Seluruh proses pengelolaan dilakukan oleh kader Ansor secara mandiri. Mereka tidak hanya terlibat dalam proses produksi.
Tetapi juga mendapatkan upah, sehingga program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, melainkan juga pada pemberdayaan internal organisasi.
"Melalui kegiatan panen raya ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dapat terus terjalin dengan baik dalam upaya membangun kemandirian ekonomi berbasis sektor pertanian di Kabupaten Malang," harapnya. (*)
