BPS Jatim Umumkan Ekspor Jatim Hingga 2025, Non Migas Naik 15 Persen

5 Januari 2026 16:15 5 Jan 2026 16:15

Thumbnail BPS Jatim Umumkan Ekspor Jatim Hingga 2025, Non Migas Naik 15 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Zulkipli. (Foto: Tangkap layar YouTube BPS Jatim)

KETIK, SURABAYA – Badan Pusat Statistik Jawa Timur(BPS Jatim) mengeluarkan pengumuman terkait catatan ekspor dan impor selama Januari hingga November 2025 lalu secara kumulatif.

Kepala BPS Jatim, Zulkipli menjelaskan, ekspor mengalami peningkatan sebanyak 27,63 miliar US Dollar atau mengalami peningkatan 15,33 persen.

"Apabila dibandingkan periode yang sama pada 2024 lalu," katanya dikutip dari keterangan resmi, Senin, 5 Januari 2026.

Kenaikan ekspor itu, katanya disumbang oleh sektor non-migas sebesar 17,04 persen. "Sebaliknya untuk migas turun 31,64 persen," imbuhnya.

Lanjutnya, kenaikan ekspor dari bidang non-migas itu disumbang oleh sektor pertanian sebesar 12,37 persen sepanjang tahun 2025.

"Kemudian industri pengolahan mencapai peningkatan 17,42 persen. Sedangkan untuk pertambangan turun 23,4 persen dibandingkan 2024 lalu," bebernya.

Sementara itu untuk inflasi, BPS Jatim membeberkan pada Desember 2025 Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi year on year (yoy) sekaligus year to date (y-to-d) sebesar 2,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,25.

"Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 3,75 persen dengan IHK sebesar 113,82 dan inflasi terendah di Kabupaten Gresik sebesar 2,44 persen dengan IHK sebesar 108,32," tulis keterangan BPS Jatim.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,19 persen. Kemudian disusul pakaian dan alas kaki sebesar 0,63 persen.

Inflasi y-on-y juga naik di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,49 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen, kelompok transportasi sebesar 1,82 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,96 persen.

Kelompok pendidikan sebesar 1,74 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 15,26 persen. 

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,53 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Jawa Timur bulan Desember 2025 adalah sebesar 0,76 persen. (*)

Tombol Google News

Tags:

BPS BPS Jatim Zulkipli statistik Jatim ketua BPS Jatim