Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Cek Faktanya!

23 Februari 2026 17:11 23 Feb 2026 17:11

Thumbnail Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa? Cek Faktanya!

Oleh: dr. Indah Mayang Sari, SpOG*

Bulan Suci Ramadan merupakan momen paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadan, namun terdapat beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya ibu hamil.

Ibu hamil diperbolehkan berpuasa jika ibu dan janin dalam kondisi sehat karena puasa Ramadan juga memiliki manfaat yang sama seperti saat tidak hamil meliputi mengontrol peningkatan berat badan berlebih saat hamil, memperbaiki metabolisme tubuh, serta mengontrol kadar gula darah dan kolesterol.

Puasa Ramadan saat hamil selain bermanfaat namun memiliki dampak bagi kesehatan ibu dan janin. Dampak puasa pada saat hamil tergantung pada usia kehamilan dan kesehatan ibu. Salah satu dampak ibu hamil berpuasa adalah mengalami dehidrasi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada kehamilannya seperti persalinan prematur (belum cukup bulan), kecenderungan berat bayi lahir rendah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin bukan hanya selama dalam kandungan tapi juga tumbuh kembangnya dikemudian hari.

Berdasarkan 21 studi metaanalisis yang dilakukan Glazier pada tahun 2018, 19.030 ibu hamil yang berpuasa dari total 31.441 ibu hamil, didapatkan bahwa puasa saat hamil tidak berhubungan dengan berat badan lahir bayi rendah.

Studi dari Al- Taiar tahun 2024 juga menyatakan bahwa puasa Ramadan saat hamil tidak meningkatan resiko persalinan preterm, dan dapat menurunkan kadar gula darah saat puasa, namun belum ada bukti yang menyatakan hubungan antara puasa Ramadan saat hamil dengan resiko diabetes pada kehamilan atau preeklampsia. Namun, ada beberapa studi menunjukan bahwa puasa selama kehamilan dapat mengurangi jumlah cairan ketuban, namun hal ini terkait dengan lamanya berpuasa.

Meskipun hasil studi menunjukkan puasa Ramadan saat hamil memiliki dampak minimal bagi kondisi ibu hamil dan janin dan dapat bermanfaat bagi ibu hamil, namun terdapat kondisi kehamilan yang tidak disarankan berpuasa, Di antaranya ibu hamil dengan mual muntah berlebihan, diabetes melitus, hipertiroid, hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit infeksi kronis, ibu dengan malnutrisi, anemia sedang-berat, kehamilan kembar, kondisi janin dalam kandungan dengan pertumbuhan terhambat atau ketuban yang berkurang.

Penting untuk diingat apabila ibu hamil memutuskan berpuasa, maka kebutuhan kalori ibu hamil memerlukan tambahan 300 kkal/hari, dan meningkat menjadi 340 kkal perhari pada trimester kedua dan 452 kkal/hari pada trimester ketiga.

Berikut beberapa tips bagi ibu hamil yang memutuskan berpuasa Ramadan:

  • Jangan melewatkan makan sahur dan pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum) dan serat (sayur/buah) pada saat sahur sebagai sumber energi selama berpuasa.
  • Saat berbuka, mulailah dengan makanan ringan dan manis alami seperti kurma dan air hangat, serta hindari langsung makanan berat.
  • Pastikan asupan tinggi protein (ikan, daging, telur, ayam) dan sayur terpenuhi.
  • Penuhi juga kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 8-12 gelas sehari di antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi, dengan minum 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 2-4 gelas saat malam dan 2 gelas sebelum tidur.
  • Tetap konsumsi vitamin kehamilan, dan zat besi yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
  • Hindari minuman berkafein (kopi, teh) saat berbuka karena dapat mengganggu penyerapan zat besi.
  • Hindari aktivitas berat saat berpuasa serta istirahat yang cukup dan jangan lupa menghitung gerakan janin saat berpuasa.

Apabila ibu hamil saat berpuasa mengalami gejala hipoglikemia seperti pusing, sakit kepala, lemas, mual, muntah, pandangan kabur, mata berkunang-kunang, keringat dingin atau merasakan penurunan gerak janin atau mengalami nyeri perut yang teratur yang merupakan tanda ancaman persalinan prematur atau mengalami dehidrasi seperti merasakan sangat haus, jarang buang air kecil atau warna urin kecoklatan sebaiknya segerakan berbuka. 

Berpuasa saat hamil adalah pilihan yang harus dipertimbangkan dengan matang karena akan menentukan kesehatan janin saat dilahirkan nanti. Pastikan ibu hamil dan janin berada dalam kondisi yang sehat untuk melakukan puasa dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan terlebih dahulu serta penuhi kebutuhan nutrisi saat berpuasa sehingga dapat menurunkan resiko dari masalah kehamilan di kemudian hari.

Tidak perlu merasa sedih jika tidak dapat melakukan puasa pada saat hamil, karena dapat membayar hutang puasa atau fidyah. Selamat menunaikan ibadah puasa dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan sebelum memutuskan untuk berpuasa.pungkasnya.

*) dr. Indah Mayang Sari, SpOG adalah Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan di RSUD Padangan Bojonegoro dan juga Anggota IDI Cab. Bojonegoro.

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Puasa Ramadhan ibu hamil #bolehkah. #ada ketentuan riwayat penyakit tertentu.