BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Minggu Pertama Januari 2026

10 Januari 2026 18:19 10 Jan 2026 18:19

Thumbnail BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Minggu Pertama Januari 2026

Petugas BPBD Kabupaten Pati, melakukan asesmen terhadap dampak yag diakibatkan banjir yang terjadi di Kabupaten Pati, Jumat 9 Januari 2026. (Sumber Foto: BPBD Kabupaten Pati)

KETIK, JAKARTA – Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana hingga Sabtu 10 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah masih menjadi dominasi bencana yang terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

Banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis 8 Januari 2026 sekitar pukul 19.45 WIB, setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan luapan aliran sungai hingga menggenangi permukiman warga.

Wilayah terdampak berada di Desa Tawang Rejo dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, dengan total 75 rumah terdampak.

BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penanganan darurat. Kondisi terkini dilaporkan banjir belum sepenuhnya surut dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 55 sentimeter.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis 8 Januari 2026 akibat hujan berintensitas tinggi. Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Budong-budong, Karossa, dan Tobadak.

Hasil kaji cepat sementara mencatat 41 rumah terdampak. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi banjir berangsur surut sehingga warga bergotong royong membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing.

Kejadian serupa dilaporkan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Banjir dipicu oleh hujan deras yang melanda pada Kamis 8 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Sebanyak 127 jiwa terdampak dengan tersebar di delapan kecamatan, yaitu Kedaton, Labuhan Batu, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Bumi Waras. Pada Jumat 9 Januari 2026, banjir dilaporkan mulai berangsur surut.

Di wilayah Kalimantan, banjir juga melanda Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang meningkatkan debit air sejak Sabtu 3 Januari 2206. Sebanyak 16 desa di enam kecamatan terdampak, dengan total 3.660 jiwa tercatat terdampak. Selain permukiman, 14 unit fasilitas pendidikan turut tergenang.

Sejalan dengan rentetan kejadian tersebut, BNPB kembali mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca dan kondisi alam akhir-akhir ini.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan berintensitas tinggi berlangsung lebih dari satu jam disertai peningkatan debit air.(*)

Tombol Google News

Tags:

bpbd bencana alam Hidrometeorologi banjir banjir bandang Hujan Sungai Meluap Musim Hujan Cuaca Esktrem