KETIK, HALMAHERA SELATAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba mengingatkan pentingnya menjaga komitmen pelayanan publik hingga hari-hari terakhir Ramadan. Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Halmahera Selatan, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam arahannya, Bassam menyampaikan bahwa bulan Ramadan tinggal beberapa hari lagi menuju Idul Fitri. Ia mengapresiasi kehadiran ASN dalam apel sore yang menurutnya menunjukkan komitmen dan rasa tanggung jawab untuk tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Bassam, selama ini apel biasanya hanya dilakukan pada Senin pagi, sementara di hari Jumat sering kali tingkat kedisiplinan menurun. Namun pada apel kali ini, ia melihat kehadiran ASN cukup baik meskipun pemberitahuan baru disampaikan pada malam sebelumnya.
“Kita bersyukur hari ini kehadiran cukup maksimal. Ini menunjukkan bahwa kita punya komitmen dan rasa tanggung jawab untuk tetap memberikan pelayanan sampai sore hari di hari Jumat,” ujar Bassam.
Ia berharap kedisiplinan tersebut dapat terus dipertahankan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, juga akan melakukan evaluasi terkait penyesuaian penggunaan seragam pada hari Jumat agar lebih rapi dan seragam.
Di kesempatan itu, Bassam juga menyinggung sejumlah hal penting yang menjadi perhatian ASN menjelang Hari Raya Idul Fitri, terutama terkait hak-hak pegawai seperti Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Bassam menjelaskan bahwa pergeseran waktu Idul Fitri tahun ini yang jatuh pada triwulan pertama sedikit mempengaruhi siklus keuangan daerah. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya agar hak-hak ASN dapat segera disalurkan.
“Kami tetap berupaya agar apa yang menjadi hak bapak ibu bisa segera didistribusikan. Memang ada sedikit keterlambatan, tetapi kami berharap ini bisa dipahami bersama,” kata Bassam.
Ia mengungkapkan bahwa untuk pembayaran THR, sebagian besar organisasi perangkat daerah (OPD) telah menerima dana dan tinggal menyalurkannya kepada pegawai.
“Untuk THR hampir seluruh dinas sudah berjalan. Dana sudah didistribusikan ke masing-masing dinas untuk segera dibayarkan, kecuali beberapa yang masih menyelesaikan administrasi,” ujarnya.
Sementara untuk TPP, pemerintah daerah memutuskan bahwa pembayaran yang dilakukan pada bulan ini baru untuk satu bulan, yakni TPP bulan Januari. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah.
“Untuk TPP bulan ini kita distribusikan satu bulan dulu, yaitu untuk Januari. Insyaallah pada bulan April nanti akan kita lakukan penyesuaian. Mudah-mudahan jika kas daerah tidak ada kendala, sisa bulan Februari dan Maret juga bisa kita dorong,” jelas Bassam.
