KETIK, MALUKU UTARA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) bersama Bank Indonesia (BI) Maluku Utara memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Rabu 11 Maret 2026.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba selaku Ketua TPID dan TP2DD Halmahera Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan, serta jajaran organisasi perangkat daerah.
Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yakni perkembangan inflasi terkini serta strategi pengendalian harga menjelang Idul Fitri. Selain itu, rapat juga membahas percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila menjelaskan bahwa inflasi di Provinsi Maluku Utara pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,83 persen secara bulanan.
Ia mengatakan, inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 2,13 persen.
“Komoditas yang menjadi pendorong inflasi terutama berasal dari kelompok pangan, khususnya ikan segar,” ujar Handi dalam pemaparannya.
Sementara itu, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Halmahera Selatan, inflasi pada pekan kedua Maret 2026 juga dipengaruhi oleh komoditas hortikultura.
Beberapa komoditas yang memicu kenaikan harga antara lain cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Di sisi lain, percepatan digitalisasi daerah juga menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Dalam penilaian nasional tahun 2025, Kabupaten Halmahera Selatan berhasil meraih peringkat kedua kategori rookie of the year.
Prestasi tersebut diraih setelah daerah ini melonjak dari peringkat 56 pada tahun 2024 menjadi peringkat empat pada tahun 2025.
Meski demikian, masih terdapat ruang untuk terus meningkatkan kinerja digitalisasi daerah, khususnya dalam penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah dan perluasan kanal pembayaran menggunakan QRIS untuk penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri.
“Pemerintah daerah perlu memastikan stabilitas harga bahan pokok agar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat menjelang Idul Fitri,” kata Bassam.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat berbagai langkah intervensi pasar, termasuk melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah.
“Langkah-langkah ini penting agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam jangka menengah, Bassam juga mendorong inovasi program pengendalian inflasi melalui penguatan sektor produksi pangan daerah.
Menurutnya, program seperti sekolah pertanian dan perikanan serta penyediaan lahan bagi kelompok tani dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga komoditas.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan melalui peningkatan literasi digital masyarakat serta penggunaan sistem pembayaran elektronik di lingkungan perangkat daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat efisiensi tata kelola keuangan daerah sekaligus mendorong transformasi digital di Halmahera Selatan.
