Arus Balik Pelabuhan Ketapang Meningkat, 16 Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Puncak 26–29 Maret

25 Maret 2026 13:27 25 Mar 2026 13:27

Thumbnail Arus Balik Pelabuhan Ketapang Meningkat, 16 Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Puncak 26–29 Maret

Suasana arus balik mudik di Pelabuhan Ketabang Banyuwangi, Rabu 25 Maret 2026 (Foto : Hakim Said / ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Arus balik Idulfitri 1447 H di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin, 23 Maret 2026 hingga Rabu, 25 Maret 2026. Arus balik didominasi kendaraan roda dua dan puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 26–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik mudik tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder terus menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta pihak terkait lainnya.

Keterangan yang disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau kepada pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak arus balik mudik.

“Kami mengimbau kepada pemudik yang akan balik ke tempat perantauannya masing-masing bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik mudik,” ujar Wabup Mujiono.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali.

“Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto.

Di lain pihak, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik.

“Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” kata Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri.

Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik mudik.

“Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tegas Pamen asal Magelang ini.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital.

“Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” kata Yossianis Marciano. (*)

Tombol Google News

Tags:

arus balik mudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Mulai Padat Didominasi Kendaraan roda dua