Aksi Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya, PPWI: Negara Gagal Jamin Keamanan Warga

28 Maret 2026 13:25 28 Mar 2026 13:25

Thumbnail Aksi Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya, PPWI: Negara Gagal Jamin Keamanan Warga

Markas Polda Metro Jaya Jakarta (Foto: Dok. Polda Metro Jaya)

KETIK, JAKARTA – Dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga di lingkungan kantor polisi memicu sorotan terhadap kinerja aparat penegak hukum. Insiden itu terjadi di lantai 2 ruang RPK PPA Polda Metro Jaya, Rabu siang, 26 Maret 2026.

Korban adalah Faisal Amsco, warga asli Langsa aceh yang saat ini menetap di Jakarta Selatan. Dia saat itu disebut tengah menghadiri agenda konfrontir bersama kuasa hukumnya ketika diserang oleh sekelompok orang.

Berdasarkan keterangan yang beredar, jumlah pelaku lebih dari 20 orang. Aksi kekerasan itu diduga berlangsung di hadapan aparat.

Akibat kejadian itu, Faisal mengalami luka memar di kepala dan sejumlah bagian tubuh. Ia dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini menuai kritik dari berbagai kalangan. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, menilai insiden tersebut sebagai bentuk kegagalan aparat dalam menjamin keamanan warga. 

"Peristiwa ini mencederai wibawa hukum. Bagaimana mungkin kekerasan terjadi di dalam kantor polisi tanpa pencegahan?” ujar Wilson dalam keterangannya, Kamis, 27 Maret 2026.

Ia menekankan pentingnya penanganan transparan dan akuntabel, termasuk pemeriksaan terhadap aparat yang bertugas saat kejadian. Menurutnya, kasus ini tidak hanya menyangkut tindak pidana, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Sejumlah pihak juga mendorong agar lembaga pengawas seperti Komisi Yudisial dan Ombudsman Republik Indonesia turut memantau proses penanganan perkara tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian Polda Metro Jaya belum menyampaikan keterangan resmi terkait kejadian maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (*) 

Tombol Google News

Tags:

PPWI aksi pengeroyokan depan aparat 2026