KETIK, MALANG – Menjelang puncak peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) kalender Masehi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang melakukan kunjungan silaturahim ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Jumat, 30 Januari 2026.
Rombongan PCNU diterima hangat oleh Ketua PDM Kota Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, beserta jajaran pimpinan lainnya. Pertemuan ini mempertegas komitmen kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk merawat ukhuwah Islamiyah dan harmoni sosial di Kota Malang, terutama menyambut agenda Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, 7–8 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, PDM Kota Malang menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan agenda yang diprediksi akan dihadiri hingga 100 ribu jemaah tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, Muhammadiyah akan menerjunkan tim kesehatan dari jejaring amal usaha Muhammadiyah.
Selain itu, mengerahkan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) untuk membantu pengamanan. Membuka peluang pemanfaatan aset amal usaha sebagai transit atau layanan jemaah dari luar daerah.
Ketua PDM Kota Malang, Prof. Abdul Haris, menegaskan bahwa dukungan ini adalah tanggung jawab moral untuk memastikan syiar keagamaan di Malang berjalan maslahat.
“Mujahadah Kubro adalah agenda umat. Muhammadiyah di Kota Malang siap berkontribusi sesuai kapasitas kami, demi kelancaran dan kekhidmatan acara,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU, PCNU Kota Malang, Edy Hayatullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan persaudaraan dari Muhammadiyah.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dulur tuwo (saudara tua) kami, PDM Kota Malang. Ini menjadi penguat bagi kami bahwa Harlah Satu Abad NU adalah momentum kebersamaan, bukan hanya milik NU, tetapi milik umat,” ujar Gus Edy.
Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kondusivitas sosial di Kota Malang. PCNU berharap kolaborasi strategis ini tidak berhenti pada momentum Harlah saja, melainkan berlanjut pada agenda-agenda kemasyarakatan lainnya.
Dengan semangat kebersamaan NU–Muhammadiyah, Mujahadah Kubro Satu Abad NU diproyeksikan menjadi simbol persatuan dan kekuatan kolaborasi dalam menjaga harmoni di Bumi Arema serta Indonesia secara luas. (*)
