Khofifah Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

19 April 2026 17:17 19 Apr 2026 17:17

Dina Elwarda, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Khofifah Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir. Pertemuan berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar pada Minggu, 19 April 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir, dalam pertemuan dengan Wakil Duta Besar Mesir, Dr Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi.

Pertemuan berlangsung di Masjid Nasional Al Akbar pada Minggu, 19 April 2026. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Rois Bi’tsah, Syekh Ahmad Muhammad Mabruk, Syekh Faraq Salim, serta pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Asep Saifuddin Chalim.

Khofifah menjelaskan diskusi tersebut difokuskan pada kelanjutan rencana kerja sama di bidang perdagangan dan pendidikan.

“Kami diskusi terkait tindak lanjut penandatanganan protokol dengan Gubernur Alexandria bidang perdagangan dan pendidikan yang saat ini masih dalam proses tindak lanjut untuk menjadi MoU,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut ia menyebut bahwa pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang sebelumnya telah disepakati bersama Pemerintah Provinsi Alexandria saat dipimpin Mohamed Taher El-Sherif.

“Penandatanganan LoI atau surat pernyataan kehendak kerja sama sudah pernah dilakukan antara Jawa Timur dan Alexandria, kami optimis akan ada progres signifikan,” jelasnya.

Menurut Khofifah, kerja sama sister province tersebut telah mendapat persetujuan DPRD Jawa Timur dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Pada sektor perdagangan misalnya, Mesir dikenal memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi, sementara Jawa Timur merupakan salah satu produsen kopi unggulan di Indonesia, sehingga dinilai berpotensi untuk saling melengkapi.

“Ada potensi-potensi yang bisa dilakukan link and match antara Jatim dan Alexandria,” jelas Khofifah.

Di bidang pendidikan, Khofifah menilai kedua wilayah memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia. Alexandria, yang juga dikenal sebagai Iskandariyah, memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, termasuk keberadaan perpustakaan besar yang menyimpan banyak karya penting ulama.

“Ini bisa menjadi fondasi awal karena kedua provinsi ini sama-sama memiliki perhatian besar terhadap pendidikan. Hal ini penting untuk transfer knowledge, bagaimana peradaban berkembang di sana dan banyak karya-karya luar biasa para ulama ada di perpustakaan di sana,” urainya.

Ia juga mengungkapkan rencana penguatan kolaborasi antara Universitas Al-Azhar dengan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.

“Juga rencana kerja sama beberapa perguruan tinggi NU untuk bekerjasama dengan Azhar for combating terrorism,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut memaparkan pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar yang terus dikembangkan sebagai pusat layanan keagamaan dan sosial. Berbagai fasilitas disiapkan, seperti greenhouse, mini soccer berbasis Al-Qur’an, perpustakaan digital, program kepemudaan, Taman Asmaul Husna hingga fasilitas ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir menyampaikan apresiasi atas pengelolaan Masjid Al Akbar yang dinilai mampu memberikan layanan optimal sekaligus menjadi pusat aktivitas keagamaan yang representatif.(*)

Tombol Google News

Tags:

##beritaSurabaya #GubernurJatim gubernurkhofifah #SisterProvince infosurabaya