KETIK, JAKARTA – Banyak orang mengaitkan usia panjang dengan ramuan rahasia, jimat, atau resep turun-temurun yang sulit dijelaskan secara ilmiah.
Namun, tiga saudari asal Brasil yang berhasil hidup hingga lebih dari satu abad justru membuktikan hal sebaliknya.
Zulina de Deus Nunes (103 tahun), Zoraide de Deus Mota (104 tahun), dan Levita de Deus Nunes (109 tahun) mengaku tidak pernah menjalani ritual khusus.
Mereka hanya menjalani kehidupan sederhana, mengonsumsi makanan segar, aktif bergerak, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga.
Ketiga perempuan asal Rio de Janeiro itu baru saja dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai trio saudara kandung tertua yang masih hidup di dunia dengan total usia mencapai 316 tahun.
Penemuan tersebut kini menarik perhatian ilmuwan internasional yang tengah meneliti rahasia umur panjang melalui DNA Longevo Project yang dipimpin oleh University of São Paulo, Brasil.
Meski para peneliti menduga faktor genetik memiliki peran besar, kebiasaan sehari-hari tiga saudari ini juga dinilai berkontribusi terhadap kesehatan mereka hingga usia lanjut.
Zulina mengenang masa kecilnya yang dihabiskan di alam terbuka. Ia terbiasa berenang dan memancing di sungai sejak kecil.
"Kami dulu banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Semua terasa lebih sederhana," kenangnya, dikutip dari REUTERS, Selasa, 21 Juli 2026.
Sementara itu, Zoraide menilai salah satu faktor penting adalah pola makan alami yang mereka jalani sejak kecil.
Mereka tumbuh tanpa makanan olahan dan bahkan belum mengenal lemari pendingin.
"Semuanya masih segar saat itu. ASI juga sangat penting," ujar Zoraide.
Ketiganya juga menjalani hidup yang produktif.
Levita pernah bekerja sebagai perajin dan kemudian berkarier di sebuah stasiun televisi.
Zoraide menjadi perawat dan membesarkan lima anak, sedangkan Zulina menghabiskan hidupnya sebagai ibu rumah tangga yang membesarkan enam anak.
Menariknya, para ilmuwan menemukan bahwa ketiganya tetap memiliki kemampuan kognitif yang baik di usia senja.
Mereka masih mampu berbincang, mengingat masa lalu, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal.
CEO LongeviQuest, Ben Meyers, mengatakan bahwa selain faktor genetik, dukungan keluarga menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.
"Selain faktor genetik, ada pula peran komunitas dan keluarga," katanya.
Ketiga saudari tersebut diketahui tinggal berdekatan dan rutin berinteraksi satu sama lain.
Kehadiran keluarga yang saling mendukung dinilai membantu menjaga kesehatan mental dan mengurangi tingkat stres.
Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Brasil juga menunjukkan bahwa orang yang berusia lebih dari 100 tahun umumnya memiliki kombinasi beberapa faktor, mulai dari gen pelindung, pola hidup aktif, asupan makanan sehat, hingga kualitas hubungan sosial yang baik.
Levita, yang kini berusia 109 tahun, mengatakan dirinya tidak memiliki penyesalan dalam hidup.
"Saya memiliki masa kecil dan masa remaja yang indah. Saya tidak punya alasan untuk mengeluh," ujarnya.(*)
