KETIK, SURABAYA – Layanan pemotongan hewan kurban di RPH Surabaya terus diminati masyarakat. Hingga Rabu sore, 6 Mei 2026, jumlah pendaftar tercatat mencapai 114 ekor sapi. Dari angka tersebut, sebanyak 91 ekor sapi memilih layanan potong kemas, sedangkan 23 ekor lainnya menggunakan layanan potong sontor.
Koordinator Pelaksana Qurban Amanah RPH Surabaya 2026, Dwi Retno Palupi, menyebut minat masyarakat terhadap layanan kurban di RPH Surabaya tahun ini cukup tinggi.
“Kami optimis target tahun ini bisa tercapai. Masyarakat sekarang semakin memahami pentingnya penyembelihan hewan kurban yang halal, sesuai syariat, aman, dan higienis,” ujar Palupi pada Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, layanan potong kemas menjadi opsi yang paling banyak dipilih karena dinilai lebih praktis. Dalam layanan ini, daging kurban langsung diproses dan dikemas oleh tim RPH menggunakan plastik food grade dengan ukuran sekitar satu kilogram per paket.
“Kami menyediakan dua pilihan kemasan, yaitu satu kilo full daging atau kombinasi setengah kilo daging dan setengah kilo tulang,” jelasnya.
Adapun layanan potong sontor diperuntukkan bagi pihak yang hanya membutuhkan proses penyembelihan dan pemotongan besar. Biasanya layanan tersebut dipilih oleh masjid maupun yayasan yang ingin melanjutkan proses pencacahan dan pembagian daging kurban secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Meski penyembelihan dilakukan di RPH, kegiatan kurban di masjid tetap berjalan karena proses pencacahan dilakukan sendiri oleh panitia di sana,” tambahnya.
Untuk biaya layanan, potong kemas dipatok Rp2,8 juta per ekor sapi dengan batas bobot maksimal 800 kilogram. Sementara layanan potong sontor dikenakan tarif Rp2 juta per ekor. Jika bobot sapi melebihi 800 kilogram, akan ada tambahan biaya sebesar Rp100 ribu.
Proses penyembelihan hewan kurban di RPH Surabaya dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Mei 2026. Pada hari pertama ditargetkan pemotongan 70 ekor sapi, sedangkan hari kedua hingga hari keempat masing-masing ditargetkan 80 ekor sapi per hari.
Seluruh hewan kurban diwajibkan masuk ke RPH Pegirian paling lambat sehari sebelum penyembelihan guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan penimbangan oleh dokter hewan.
Tahun ini, RPH Surabaya menargetkan pemotongan sebanyak 250 ekor sapi, naik dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai 195 ekor. Palupi juga mengingatkan masyarakat untuk segera mendaftarkan hewan kurbannya sebelum kuota penuh dan pendaftaran ditutup.
“Kalau kuota sudah penuh, pendaftaran akan kami tutup. Jadi kami harap masyarakat bisa segera menentukan jadwal dan melakukan pelunasan agar mendapatkan slot pemotongan,” pungkasnya. (*)
