KETIK, MALANG – Tren gaya hidup produktif di Kota Malang terus berkembang. Jika beberapa tahun terakhir masyarakat berlomba mencari kafe estetik untuk sekadar bersantai, kini aktivitas yang menawarkan pengalaman interaktif mulai menjadi pilihan.
Mulai dari cooking class untuk anak hingga pizza date bersama pasangan, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga menciptakan momen dan keterampilan baru.
Salah satu pelaku usaha yang aktif menghadirkan konsep tersebut adalah Cissipizza. Melalui agenda cooking class yang rutin digelar, anak-anak diajak mengenal proses membuat pizza dengan bahan-bahan yang aman dan ramah anak.
Aktivitas sederhana itu tidak hanya melatih kreativitas dan motorik, tetapi juga membangun kebersamaan keluarga serta mengasah kemampuan anak untuk bekerja sama dan bersosialisasi.
Dalam setiap sesi, anak-anak bebas berkreasi menghias pizza sesuai imajinasi mereka. Orang tua pun turut mendampingi sehingga proses memasak berubah menjadi ruang interaksi yang hangat di tengah kesibukan sehari-hari.
Tak berhenti pada aktivitas anak, Cissipizza juga menghadirkan berbagai program produktif untuk seluruh kalangan. Mulai dari Pizza Date yang menyasar pasangan maupun sahabat, hingga kegiatan yang terbuka bagi keluarga dan berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Peserta cukup melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum mengikuti pengalaman membuat pizza bersama.
Staff Cissipizza, Devi, mengatakan bahwa masyarakat Malang memiliki antusiasme tinggi terhadap aktivitas yang memberikan pengalaman baru. Menurutnya, hal tersebut menjadi alasan mengapa pihaknya lebih memilih menghadirkan konsep yang berkelanjutan dibanding hanya mengikuti tren sesaat.
"Malang itu banyak sekali orang-orang yang produktif dan senang mencoba hal baru. Kami tidak ingin sekadar ikut tren kafe kekinian atau FOMO dengan konsep yang sedang ramai," ujarnya saat berbincang dengan jurnalis Ketik.com.
"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang berkelanjutan, sehingga F&B bukan hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman dan cerita setiap orang yang datang," sambungnya.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda, yang kini lebih menghargai pengalaman dibanding sekadar produk.
Aktivitas interaktif seperti cooking class maupun pizza date menjadi ruang untuk belajar, membangun relasi, sekaligus menciptakan kenangan yang sulit tergantikan.
Di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis pengalaman, konsep experiential lifestyle diprediksi akan terus tumbuh di Kota Malang.
Ruang-ruang kreatif yang mampu menggabungkan hiburan, edukasi, dan interaksi sosial kini menjadi daya tarik baru, menjadikan sektor kuliner tidak lagi hanya soal rasa, melainkan juga tentang bagaimana sebuah tempat mampu menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi setiap pengunjung.(*)
