KETIK, BATU – Museum Tubuh di Jawa Timur Park 1 (JTP 1) berbenah dengan menghadirkan wajah baru pada Zona Otak dan Zona Mata. Pembaruan ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata edukatif yang lebih modern dan mudah dipahami.
Mengusung pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), setiap wahana dirancang tidak hanya menyampaikan informasi secara visual, tetapi juga melibatkan pengunjung secara langsung.
Desain interior yang lebih komunikatif turut mendukung pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Asisten Manager Operasional Museum Tubuh, dr. Novita Megawati, mengatakan salah satu pembaruan utama di Zona Otak adalah hadirnya peraga patung sensory homunculus.
Peraga ini memberikan gambaran visual mengenai cara otak manusia memproses rangsangan sentuhan melalui korteks somatosensorik.
“Dalam visualisasi patung homunculus, bagian tubuh seperti bibir, lidah, tangan, dan kaki ditampilkan dengan ukuran lebih besar. Hal ini menunjukkan kepadatan saraf sensorik yang tinggi pada area tersebut, sehingga membutuhkan representasi lebih besar di otak,” ujarnya, Minggu, 12 April 2026.
Selain itu, Zona Otak juga dilengkapi layar interaktif yang menampilkan video tentang fisiologi tubuh manusia. Fasilitas ini membantu pengunjung memahami cara kerja organ tubuh secara lebih dinamis dan mudah dipahami.
Sementara itu, Zona Mata menghadirkan berbagai peraga interaktif yang menekankan pengalaman langsung.
Salah satunya adalah wahana ilusi optik yang memperlihatkan bagaimana mata dan otak dapat “tertipu” oleh rangsangan visual tertentu.
Tak hanya itu, tersedia pula peraga tiga dimensi yang menampilkan struktur kelenjar meibom secara detail.
Melalui visualisasi ini, pengunjung dapat memahami peran penting kelenjar tersebut dalam menjaga kelembapan mata melalui produksi lapisan minyak pada air mata.
Pengunjung juga dapat mengamati bagian kecil pada tepi kelopak mata yang menjadi muara kelenjar meibom, yang meski kerap terabaikan, memiliki fungsi vital dalam kesehatan mata.
“Ke depan, kami akan menambahkan peraga interaktif spektrum warna untuk membantu pengunjung memahami bagaimana retina memproses berbagai warna,” pungkas dr. Novita. (*)
