Oase Cafe and Literacy, Tempat Nongkrong Favorit Pecinta Buku di Kota Malang

17 Mei 2026 11:00 17 Mei 2026 11:00

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Oase Cafe and Literacy, Tempat Nongkrong Favorit Pecinta Buku di Kota Malang

Oase Cafe and Literacy menawarkan ratusan buku sebagai teman nongkrong yang asik di Kota Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Oase Cafe and Literacy menjadi destinasi ngopi favorit bagi para pecinta buku. Pasalnya kafe ini menawarkan pengalaman nongkrong di Kota Malang dengan ratusan buku yang bebas dibaca.

Kota Malang sebagai kota pendidikan tentunya menghadirkan banyak para pelajar yang gemar membaca buku. Berawal dari komunitas membaca, Oase Cafe and Literacy tercipta sebagai tempat berbagi wawasan.

Berdiri sejak tahun 2017, Oase Cafe and Literacy telah menjadi tempat bagi para mahasiswa mengadakan kegiatan diskusi atau mengerjakan tugas.

Oase Cafe and Literacy terletak di Jalan Joyo Utomo V, Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasinya yang berada dekat dengan kampus membuatnya sering menjadi tempat diskusi para mahasiswa. Setiap harinya, kafe ini buka dari pukul 13.00 WIB hingga 02.00 WIB.

Dari awal didirikan, kafe ini memang mengusung konsep kopi literasi dengan menyediakan spot perpustakaan dan beragam menu kopi. Serta, menjadi tempat yang dimanfaatkan bagi komunitas untuk kegiatan literasi.

"Bahasanya ini layak kita sebut sebagai kopi literasi. Yang pertama ada perpustakaannya, kemudian kopinya adalah kopi ya setidaknya ada beberapa pilihannya kopi, yang kedua itu dan yang ketiga bisa digunakan atau dimanfaatkan berbagai komunitas atau organisasi untuk kegiatan literasi ataupun kebudayaan, ya diskusi buku, diskusi film, diskusi apapun lah," jelas Muiz, Owner Oase Cafe and Literacy.

Lokasinya yang luas membuat kafe ini selalu menjadi tempat kegiatan komunitas. Kafe ini memiliki tiga lantai dengan kapasitas keseluruhan 100 orang.

Kafe ini sendiri didirikan oleh beberapa orang dengan background aktivis yang memiliki visi misi yang sama. Hingga ketika pandemi, Oase Cafe dikelola oleh Muiz seorang diri.

Muiz sebagai pengelola juga memiliki kegemaran membaca buku. Ia bersama teman-temannya telah mendirikan komunitas Gubuk Tulis yang berdiri pada 4 Februari 2016.

"Saya suka baca, dan sebelum ada Oase itu, saya dengan beberapa kawan itu sudah mendirikan komunitas literasi. Namanya Gubuk Tulis, nah komunitas literasi namanya Gubuk Tulis Itu berdiri 4 Februari 2016," ungkapnya.

Sejak tahun 2012, Muiz sendiri memang suka mengadakan diskusi dari warkop ke warkop. Dari kegiatan tersebut, ia berpikir untuk membuat warkop sendiri sebagai tempat diskusi.

"Mulai dari 2012 kalau saya dan itu suka mengadakan diskusi dari warkop ke warkop. Jadi itu yang salah satu latar belakangnya. Saya dan beberapa teman waktu itu mengapa tidak kita bikin sendiri gitu," tutur Muiz.

Oase Cafe and Literacy sendiri menerima buku-buku sumbangan pengunjung. Untuk pengelolaan atau perawatan buku, Muiz mengatakan jika hal itu dilakukan oleh teman-teman komunitas Gubuk Tulis. Saat ini, kafe ini memiliki jumlah buku kurang lebih 300 judul buku.

Kafe ini memiliki semua jenis genre buku, namun yang paling banyak adalah buku-buku sastra dan novel. Bagi pengunjung yang ingin meminjam buku dan membawanya pulang, mereka perlu meninggalkan KTP atau KTM.

Berdasarkan pengalaman, hal tersebut dilakukan lantaran banyak buku yang tidak kembali ketika dibebaskan meminjam.

"Kalau dipinjam itu cukup tinggal KTP atau KTM. Dulu itu pernah kita bebaskan, terus pinjam-pinjam aja bawa pulang, tapi ternyata tidak kembali. Kita menaruh trust gitu kan. Ternyata gitu, akhirnya kita memilih karena buku ini kan dikasih sama orang untuk biar memberikan dampak yang lebih besar, akhirnya harus dikelola," ujar Muiz.

Sebagai kafe, tentunya tempat ini menawarkan beragam menu kopi, wedang uwuh dan es kopi, serta beragam menu minuman dingin lainnya. 

Tak hanya itu, untuk menu makanan, kafe ini memiliki sajian cemilan, seperti tahu tuna yang menjadi menu best seller, kentang goreng, hingga donat,

Ke depannya, Muiz berharap agar Oase Cafe and Literacy bisa tetap hidup dan berguna bagi banyak orang. Sehingga, bisnis tetap jalan dan kegiatan sosial juga terus hadir.

"Semoga tetap hidup dan berguna. Bisnisnya jalan, sosialnya juga jalan. Jadi kita mulai berdiri sampai sekarang, tidak pernah mengubah konsep, tetap literasi, ada perpusnya dan lain-lain," ucap Muiz penuh harapan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Oase Cafe & Literacy kafe malang Kota Malang Hari Buku Nasional Rekomendasi Kafe Malang Info Malang Berita Malang