KETIK, MALANG – Suasana haru menyelimuti Studio XXI Araya Malang pada Sabtu siang saat digelar acara nonton bareng film Semua Akan Baik-Baik Saja yang disutradarai oleh Baim Wong bersama para cast pada 16 Mei 2026.
Momen tersebut terasa semakin sendu dan menyentuh karena turut dihadiri oleh komunitas down syndrome yang memberikan dukungan penuh kepada salah satu pemain film, yakni Alim yang juga merupakan penyandang down syndrome.
Tangis, tawa, dan tepuk tangan mewarnai jalannya acara sebagai bentuk apresiasi atas pesan kemanusiaan dan penerimaan yang dihadirkan film tersebut.
Momen nobar film "Semua Akan Baik-Baik Saja" yang dihadiri oleh komunitas down syndrome dan Baim Wong di Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Dalam acara ini, Baim Wong menyampaikan bahwa latar belakang pembuatan film ini adalah keinginannya untuk menciptakan film keluarga yang diadaptasi dari permasalahan sosial yang sedang terjadi. Tentunya, melalui film ini, ia ingin memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia agar bisa kembali kepada keluarga.
"Saya mau buat film keluarga supaya ada, karena ini kan sebenarnya relate dengan masalah-masalah sekarang. Ada yang tidak bisa bayar kuliah untuk adik-adiknya, ada juga yang mau jual sesuatu. Semua itu saya bikin supaya pada akhirnya ada manfaatnya dan pulangnya itu ke keluarga juga," ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses syuting bersama teman-teman down syndrome tentunya memiliki tantangan tersendiri. Ia berupaya agar Alim bisa merasa nyaman saat proses pengambilan gambar dengan selalu menghiburnya melalui musik.
Dengan proses pembuatan yang cukup panjang, memakan waktu satu setengah tahun, Baim berharap semakin banyak orang menonton dan pesan untuk kembali kepada keluarga bisa tersampaikan.
"Pesannya lebih ke keluarga karena saya sudah tidak punya orang tua. Jangan sampai terlambat untuk datang ke keluarga karena pasti akan ada waktunya kita ditinggal orang tua. Kalau saya bikin film ini supaya kata terlambat itu tidak ada. Saya ingin orang tua, semuanya, karena kebahagiaan itu ada di keluarga," ungkap Baim Wong.
Kehadiran film ini diharapkan mampu menciptakan kehangatan dalam keluarga meskipun setiap keluarga memiliki kekurangan. Tak hanya itu, kehadiran Alim sebagai pemain juga memberikan harapan bagi penyandang down syndrome atau teman-teman berkebutuhan khusus untuk bisa mengepakkan sayapnya.
Salah satu orang tua penyandang disabilitas, Titik Hidayati, mengaku bangga kepada Baim Wong yang telah mengajak anak-anak berkebutuhan khusus untuk diberikan kesempatan menunjukkan bakatnya.
"Kesannya alhamdulillah ya, dari masyarakat, dari Baim Wong juga alhamdulillah. Mengajak anak down syndrome itu sesuatu banget ya, karena kami sendiri sebagai orang tua tahu bagaimana merawat anak-anak down syndrome," tutur ibu dari Faza, penyandang down syndrome.
"Jadi sangat terharu sekali ya dan sangat bangga karena anak-anak seperti ini bisa seperti Alim. Sangat diajak oleh Om Baim ini, bisa menghargai anak-anak kita. Jadi anak-anak kita jangan dilihat sebelah mata, jangan dilihat kekurangannya, kita lihat kelebihannya," imbuhnya. (*)
