Di Usia 86 Tahun, Penjual Kain Keliling Ini Jadi Jamaah Haji Tertua Pacitan

24 April 2026 19:50 24 Apr 2026 19:50

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Di Usia 86 Tahun, Penjual Kain Keliling Ini Jadi Jamaah Haji Tertua Pacitan

Sukarti (86), jamaah haji tertua asal Pacitan didampingi putrinya Lilis Setyoningsih saat bersiap berangkat ke Tanah Suci di rumahnya di Dusun Kauman, Desa Arjowinangun, Jumat, 24 April 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Usia tak membatasi langkah Sukarti untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci. 

Di umurnya yang telah lanjut, menginjak 86 tahun, warga RT 2, RW 2, Dusun Kauman, Desa Arjowinangun itu menjadi jamaah haji tertua asal Kabupaten Pacitan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Perempuan kelahiran 10 Maret 1940 itu mengaku sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima dalam hidup.

“Baru pertama kali ini (haji),” ujar Sukarti kepada Ketik.com dirumahnya, Jumat, 24 April 2026.

Sukarti dijadwalkan berangkat pada 27 April bersama 243 rombongan jamaah haji Pacitan. 

Ia berangkat didampingi putrinya, Lilis Setyoningsih, yang ikut dalam satu kloter setelah mengajukan pendampingan keluarga.

“Aslinya saya berangkat 2029. Tapi berhubung mendampingi ibuk akhirnya dibarengkan,” sahut Lilis mendampingi ibunya.

Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Sukarti bukan hal instan. 

Ia mendaftar haji pada 2020 dan harus menunggu hingga enam tahun sebelum akhirnya mendapat giliran berangkat.

Sehari-hari, Sukarti dulunya bekerja sebagai penjual kain dan pakaian keliling di sejumlah pasar seperti Arjowinangun, Arjosari, dan Kebondalem. 

Dari usaha itulah ia menabung sedikit demi sedikit untuk biaya haji.

“Dulu jualan kain keliling, sedikit-sedikit nabung. Ditambah pensiunan dari suami,” ungkapnya.

Suaminya, Sudarmadi, telah meninggal dunia sejak 1991. 

Untuk menutupi kekurangan biaya, anak-anaknya turut membantu hingga seluruh biaya haji dapat dilunasi.

Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp60 juta.

"Setoran awal Rp25 juta, untuk pelunasan akhir Rp35 juta," jelasnya.

Meski sudah lanjut usia, Sukarti tetap berupaya menjaga kondisi fisiknya. 

Ia mengaku rutin berjalan kaki di sekitar rumah sebagai latihan sebelum berangkat haji.

“Kalau pagi jalan-jalan, latihan buat tawaf sama sa’i,” katanya.

Ia juga telah mengikuti manasik haji sebanyak delapan kali. 

Namun karena faktor usia, ia mengaku terkadang lupa.

"Sebenarnya sudah memahami tapi ya kadang lupa namanya sudah tua. Nanti biar diingatkan anak," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi kesehatannya menjadi tantangan tersendiri. Sukarti mengalami pengapuran pada kaki.

“Yang berat itu nanti pas jalannya. Tapi nanti pakai kursi roda didorong sama petugas, jadi aman,” ujarnya.

Di balik keterbatasan tersebut, Sukarti memiliki harapan. Ia ingin ibadah hajinya berjalan lancar dan mabrur.

“Mudah-mudahan bisa hidup tenang dan kalau meninggal bisa khusnul khatimah,” pintanya.

Total, sebanyak 244 jamaah haji asal Pacitan dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama dan tergabung dalam Kloter SUB 25. 

Mereka akan masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 27 April 2026 sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya.

Sementara itu, untuk jamaah haji termuda asal Pacitan tahun ini adalah Figa Danang Hidayatulloh yang berusia 26 tahun 7 bulan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sukarti Pacitan jamaah haji pacitan Info Pacitan Berita pacitan Haji 2026 ‎ Lilis Setyoningsih Pedagang Kain #KetikHaji