KETIK, LEBAK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak, Banten, Junaedi Ibnu Jarta menegaskan bahwa pelaksanaan Seba Baduy yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lebak pada 23 hingga 26 April 2026 harus dimaknai sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal, bukan sekadar hiburan.
Hal itu disampaikan Junaedi kepada wartawan, Jumat 24 April 2026. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memandang tradisi adat Baduy sebagai tontonan semata, melainkan sebagai tuntunan hidup yang sarat makna dan filosofi.
“Jadikan adat Baduy sebagai tuntunan dalam konteks kearifan, jangan dijadikan tontonan. Ini merupakan warisan karuhun yang memiliki nilai luhur dan harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurutnya, tema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi” menjadi representasi kuat dari nilai-nilai leluhur yang tetap relevan hingga saat ini.
Ia menilai, tradisi yang diwariskan oleh masyarakat Baduy merupakan manifestasi kebijaksanaan masa lalu yang masih dapat dijadikan rujukan dalam kehidupan modern.
“Tema ini adalah manifestasi leluhur yang perlu kita renungkan untuk diambil hikmahnya sebaik-baiknya. Apa yang kita sebut sebagai intelektual hari ini, sejatinya tidak terlepas dari manifestasi tradisi di masa-masa lalu,” katanya.
Junaedi berharap, momentum Seba Baduy dapat menjadi sarana refleksi bagi masyarakat luas untuk lebih menghargai dan menginternalisasi nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas serta pedoman dalam kehidupan sosial.(*)
