KETIK, JAKARTA – Penyelenggaraan puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi memasuki babak baru. Setelah seluruh jemaah haji Indonesia menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), layanan haji kini berfokus pada fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Pada Sabtu, 30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H, seluruh jemaah Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Dengan selesainya pergerakan tersebut, fase Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji dinyatakan tuntas.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang meninjau langsung proses akhir pergerakan jemaah di Mina, memastikan tidak ada lagi jemaah Indonesia yang tertinggal di kawasan tersebut.
“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas,” ujarnya.
Menurut Dahnil, hingga pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah Indonesia telah keluar dari Mina dan kembali ke Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah serta mempersiapkan diri menghadapi fase pemulangan.
“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” katanya.
Armuzna merupakan fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dalam beberapa hari terakhir, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul untuk melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga mabit dan lontar jumrah di Mina.
Meski menghadapi tantangan cuaca panas dan mobilisasi jemaah dalam jumlah besar, pelaksanaan Armuzna tahun ini dinilai berjalan relatif lancar. Dahnil menyebut terdapat sejumlah kemajuan dan perubahan signifikan dalam tata kelola pelayanan haji yang diterapkan tahun ini.
“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mencatat sejumlah masukan dari jemaah maupun petugas sebagai bahan evaluasi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pelayanan di tenda Arafah dan Mina, fasilitas jemaah, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” jelasnya.
Atas berbagai kekurangan yang masih ditemukan selama fase puncak haji, Dahnil menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah Indonesia.
“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” tuturnya.
Memasuki fase pemulangan, fokus pelayanan kini bergeser dari pengelolaan Armuzna menuju pendampingan jemaah di hotel-hotel Makkah hingga proses kepulangan ke Indonesia. Petugas haji diminta tetap memberikan pelayanan optimal dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” kata Dahnil.
Selain kepada petugas, imbauan juga ditujukan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan ke Tanah Air. Jemaah diminta tidak memaksakan aktivitas di luar hotel dan tetap memperhatikan kondisi fisik di tengah cuaca Arab Saudi yang masih panas.
“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Dahnil juga mengapresiasi kedisiplinan jemaah Indonesia selama pelaksanaan Armuzna serta dedikasi para petugas yang bekerja di lapangan.
“Terima kasih untuk jemaah-jemaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” pungkasnya.(*)
