KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Gerakan Pilah Sampah dari Rumah.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkot mengalokasikan dana stimulan sebesar Rp10 juta bagi setiap RT yang ada di Kota Madiun.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juli 2026 dan akan ditandai dengan pencanangan resmi pada 30 Juli mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan penyerahan bantuan secara simbolis akan dilakukan bersamaan dengan peluncuran program tersebut.
"Insya Allah secara simbolis akan diserahkan pada saat momen pencanangan pemilahan sampah dari rumah tanggal 30 Juli," ujar Bagus Panuntun, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurutnya, proses penyaluran dana sempat mengalami penyesuaian karena adanya perubahan regulasi, termasuk mekanisme rekening penerima sesuai ketentuan terbaru.
Namun, seluruh tahapan administrasi kini telah selesai sehingga pencairan segera dilakukan.
Bagus menjelaskan, nominal bantuan yang diterima masing-masing RT nantinya menyesuaikan petunjuk teknis (juknis), termasuk potongan biaya administrasi.
"Sesuai juknis terakhir, setelah administrasi nilainya sekitar Rp9 juta. Insya Allah langsung diserahkan dan harapannya seluruh RT di Kota Madiun dapat melaksanakan program ini sesuai ketentuan," katanya.
Pemkot Madiun telah melakukan berbagai kajian sebelum meluncurkan program tersebut, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga sistem pengawasan.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan gerakan pilah sampah mampu berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap pengurangan volume sampah.
Salah satu target utama program ini adalah menekan jumlah sampah residu yang selama ini dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo.
"Penyusunan program ini juga melibatkan berbagai OPD dan DPRD Kota Madiun agar pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku," tambah Bagus.
Selain mendorong peran aktif RT, Pemkot Madiun juga berupaya memperkuat keberadaan bank sampah di tingkat lingkungan.
Pemerintah menargetkan minimal satu bank sampah aktif di setiap RW sebagai pusat pengelolaan sampah masyarakat.
Saat ini, pendataan dan optimalisasi bank sampah yang telah ada masih terus dilakukan.
Pemerintah berharap program tersebut dapat memunculkan bank sampah baru sekaligus meningkatkan partisipasi relawan lingkungan.
"Rencananya minimal ada satu bank sampah di setiap RW. Saat ini kami masih mendata dan mengoptimalkan bank sampah yang sudah ada. Harapannya nanti muncul bank sampah baru maupun relawan yang bisa ikut membantu," pungkasnya.(*)
.png)