Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31 14 Apr 2026 16:31

Lutfia Indah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan tentang persyaratan kelengkapan imunisasi jadi syarat pendaftaran sekolah sedang dikaji. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mengkaji bukti imunisasi lengkap pada anak sebagai salah satu persyaratan pendaftaran ke jenjang sekolah.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa kajian tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Itu masih dalam kajian kami, memang sudah menjadi pemikiran kami. Nanti akan kami kolaborasikan dengan Disdikbud, kemudian dengan yang lainnya,” ujar Husnul, Selasa, 14 April 2026.

Kebijakan tersebut nantinya akan menyasar siswa di jenjang PAUD, TK, maupun SD. Dengan demikian, saat mendaftarkan sekolah, orang tua harus menyertakan bukti bahwa anak telah mendapatkan imunisasi lengkap.

“Sehingga nanti, apakah bisa untuk siswa mendaftar, baik tingkat PAUD, TK, maupun SD, salah satu syaratnya adalah menyertakan bukti status imunisasinya lengkap,” terangnya.

Upaya tersebut dinilai cukup krusial demi mencegah persebaran penyakit. Husnul menjelaskan bahwa banyak penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

“Imunisasi ini memberikan kekebalan secara aktif. Sasaran anak usia 9 bulan hingga 13 tahun dalam perkembangannya bermacam-macam. Mobilisasi dan interaksinya dengan siapa, ke mana saja, imunnya juga belum tentu kuat, sehingga itu gampang menjadi transmisi virus,” tegasnya.

Husnul juga menyoroti pentingnya imunisasi campak yang kini mulai menginfeksi orang dewasa. Penularan dan persebaran campak harus ditekan sejak dini mengingat kekebalan orang dewasa juga cukup beragam.

“Pertama, imunitasnya bagaimana. Kemudian seberapa banyak atau seberapa sering individu dewasa berinteraksi dengan masyarakat sasaran yang belum lengkap imunisasinya. Ketiga, tentu karena faktor lingkungan, termasuk asupan gizinya,” jelasnya.

Husnul menekankan penyakit campak juga dipengaruhi oleh gaya hidup. Kekebalan kelompok atau herd immunity harus dapat tercapai, salah satunya melalui imunisasi.

“Campak bisa disebabkan karena herd immunity tidak tercapai. Lalu status imunisasi. Kemudian lingkungan rumahnya, padat penduduk atau tidak, memenuhi syarat sebagai rumah sehat atau tidak,” tutup Husnul. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dinkes Kota Malang Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif Imunisasi Campak