KETIK, JAKARTA – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah haji Indonesia diingatkan soal kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Tanah Suci serta mulai mengatur aktivitas secara bijak.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji secara optimal, khususnya saat memasuki fase paling padat dalam pelaksanaan haji.
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Jemaah juga diimbau untuk menggunakan perlengkapan pelindung diri seperti payung, masker, dan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi dampak panas matahari yang cukup ekstrem di Arab Saudi.
Selain itu, jemaah diminta membatasi aktivitas di luar hotel pada siang hari, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.
“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina harus dijaga sejak sekarang,” lanjut Maria.
Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi.
Mereka diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami keluhan selama menjalankan ibadah.
Sementara itu, petugas kesehatan haji Indonesia terus melakukan pemantauan dan pendampingan di berbagai titik layanan, mulai dari hotel jemaah, sektor layanan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.
Memasuki hari ke-24 operasional haji 1447 H/2026 M, layanan bagi jemaah Indonesia dilaporkan berjalan lancar.
Ribuan jemaah telah tiba di Tanah Suci secara bertahap melalui gelombang keberangkatan dari Madinah dan Jeddah, sementara ribuan lainnya masih dalam proses pemberangkatan.
Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan layanan Armuzna, termasuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah.
Kesiapan tenda di Arafah juga dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.
“Peninjauan layanan transportasi bus Masyair terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah saat puncak haji berjalan lancar,” jelas Maria.
PPIH juga menyiapkan berbagai skema mitigasi untuk mengantisipasi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada fase pergeseran dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.(*)
