Toprak Pilih Realistis di Musim Debut MotoGP 2026

15 Januari 2026 04:07 15 Jan 2026 04:07

Thumbnail Toprak Pilih Realistis di Musim Debut MotoGP 2026

Toprak Razgatlioglu dalam launching bersama Pramac Yamaha. (Foto: Pramac Yamaha)

KETIK, JAKARTA Salah satu sorotan utama MotoGP 2026 bakal tertuju pada satu nama: Toprak Razgatlioglu. Rookie yang menyandang status juara dunia WSBK tiga kali itu resmi memulai petualangan barunya di kasta tertinggi balap motor dunia tersebut. Namun, alih-alih sesumbar, pembalap berjuluk El Turco tersebut memilih menginjak bumi.

Bergabung dengan tim Pramac untuk durasi kontrak dua musim, Toprak menyadari bahwa transisi dari motor produksi massal (Superbike) ke motor prototipe MotoGP bukan perkara mudah. Baginya, musim 2026 adalah "sekolah" sebelum benar-benar meledak di musim berikutnya.

"Musim ini tidak akan mudah bagi saya. Ini adalah tantangan besar. Tahun 2026 akan menjadi tahun pembelajaran. Baru pada 2027, setelah regulasi baru berlaku, mungkin kami akan bersaing memperebutkan podium," jelas Toprak dikutip dari Motosan.

Kaget dengan Akselerasi

Adaptasi perdana Toprak sudah dimulai pada tes pascamusim di Valencia, November lalu. Hasilnya tidak mengecewakan. Meski berstatus pendatang baru, ia berhasil nangkring di posisi ke-18. Catatan waktunya bahkan lebih tajam ketimbang rekan setimnya yang lebih senior, Jack Miller, yang tertahan di urutan ke-20.

Toprak mengaku sempat "culture shock" saat pertama kali memacu tunggangan barunya. "Kesannya sangat positif. Mesinnya sangat berbeda, terutama akselerasinya yang luar biasa. Di lintasan, motor ini sangat kencang," ungkapnya dengan nada kagum.

Meski punya bakat alami yang luar biasa, pembalap asal Turki ini sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terutama dalam menjinakkan ban Michelin dan sistem pengereman yang karakternya sangat kontras dengan yang biasa ia gunakan di WSBK.

Kejar Target di Sepang

Sebelum gong musim 2026 ditabuh di Thailand pada akhir Februari mendatang, Toprak masih punya jatah waktu untuk memoles performa. Ia membidik tes musim dingin di Sepang (Malaysia) dan Buriram (Thailand) sebagai ajang "khatam" mengenal batas kemampuan motornya.

"Saya butuh waktu untuk beradaptasi dan belajar, khususnya soal ban dan pengereman. Saya harus merasakan batasnya (limit). Kami punya banyak waktu di Malaysia dengan enam hari tes," imbuhnya.

Kepindahan Toprak ke MotoGP memang menjadi salah satu bursa transfer paling panas tahun ini. Setelah delapan tahun mendominasi WSBK, publik kini menanti apakah gaya balap agresifnya yang gemar melakukan stoppie itu bisa menaklukkan kerasnya persaingan di grid MotoGP.

"Seperti biasa, saya akan mengusahakan yang terbaik dan memberikan segenap kemampuan saya," ucap pembalap Turki berusia 29 tahun itu. (*)

Tombol Google News

Tags:

toprak MotoGP 2026 Pramac Yamaha