KETIK, MOJOKERTO – Insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang teknisi asal Cina terjadi di PT Sun Paper Source (SPS), Kabupaten Mojokerto. Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik setelah informasi kematian korban beredar luas.
Korban diketahui berinisial HB (33), warga Shaanxi, Cina, yang bekerja sebagai teknisi di perusahaan tersebut. Ia diduga meninggal dunia saat melakukan pengecekan mesin rewinder yang mengalami gangguan.
Berdasarkan hasil penelusuran petugas, kecelakaan terjadi ketika korban memeriksa putaran roll tisu. Namun, korban melakukan pengecekan dari arah yang tidak sesuai dengan prosedur kerja.
“Seharusnya pengecekan dilakukan dari atas, tetapi korban melakukannya dari arah berlawanan. Hal itu menyebabkan tangan korban tertarik mesin. Dari keterangan saksi, juga terjadi benturan di bagian dagu. Tidak ada tubuh yang hancur, hanya luka di bagian leher atas,” jelas Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Jatim, Taufik Hidayat, saat dikonfirmasi seusai sidak yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026.
Saat kejadian, mesin dalam kondisi terbuka sehingga secara teknis dinilai relatif aman. Namun, kesalahan posisi saat melakukan pengecekan diduga menjadi pemicu utama kecelakaan.
Petugas juga menyoroti minimnya respons dari rekan kerja di lokasi kejadian, meskipun terdapat peringatan terkait bahaya mesin.
“Kenapa rekan kerja tidak menegur, padahal sudah ada peringatan ‘hati-hati tangan terjepit’. Apalagi korban merupakan teknisi dari China yang seharusnya lebih memahami prosedur,” ujarnya.
Pihak perusahaan menyebut insiden tersebut sebagai musibah yang tidak diinginkan.
“Ini murni musibah yang tidak ada pihak yang menghendaki,” kata perwakilan perusahaan, Hendro Djarot.
Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut. (*)
