KETIK, SURABAYA – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 berlangsung ketat. Dari total 806.242 peserta yang mendaftar, hanya 178.981 siswa yang berhasil dinyatakan lolos seleksi setelah hasilnya diumumkan secara resmi oleh Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.
Pengumuman hasil seleksi dapat diakses secara daring melalui laman resmi SNPMB maupun berbagai laman mirror yang disediakan oleh perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.
Ketua Umum SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kualitas akademik serta rekam jejak prestasi siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
Ia menegaskan bahwa hasil seleksi merupakan keputusan final yang telah ditetapkan melalui rapat penentuan pada 29–30 Maret 2026.
Secara rinci, jumlah peserta yang diterima di perguruan tinggi negeri akademik mencapai 155.543 orang dari total 774.263 pendaftar, atau sekitar 20,09 persen. Sementara itu, pada jalur perguruan tinggi vokasi, sebanyak 23.438 peserta dinyatakan lolos dari 77.256 pendaftar dengan tingkat penerimaan sebesar 30,34 persen.
Jika digabungkan, total peserta yang diterima pada SNBP 2026 mencapai 178.981 orang. Angka ini menunjukkan ketatnya persaingan seleksi, mengingat hanya sekitar seperlima dari total pendaftar yang berhasil memperoleh kursi di perguruan tinggi negeri.
Data panitia juga menunjukkan tingginya partisipasi siswa dari berbagai jalur pendidikan. Peserta SNBP terdiri atas siswa SMA sebanyak 509.858 orang, SMK 190.498 orang, madrasah aliyah 104.786 orang, serta peserta lainnya sebanyak 1.100 orang.
Selain itu, panitia turut menyoroti kontribusi program bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total peserta yang diterima di PTN akademik, sebanyak 53.897 merupakan pendaftar KIP Kuliah. Sementara pada jalur vokasi, terdapat 10.574 peserta penerima KIP Kuliah yang dinyatakan lulus seleksi.
Panitia mengingatkan bahwa peserta yang telah dinyatakan lolos SNBP tidak diperkenankan mengikuti jalur seleksi lain, seperti UTBK-SNBT 2026 maupun seleksi mandiri pada tahun yang sama hingga dua tahun berikutnya. Oleh karena itu, peserta diminta segera melakukan verifikasi data akademik serta registrasi ulang di perguruan tinggi tujuan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Bagi peserta yang belum berhasil lolos, kesempatan masih terbuka melalui jalur UTBK-SNBT. Pendaftaran seleksi tersebut masih dibuka hingga 7 April 2026.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari laman resmi sejumlah perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, jumlah pendaftar SNBP tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat persaingan masuk perguruan tinggi negeri semakin kompetitif.
Dengan meningkatnya jumlah pendaftar dan terbatasnya daya tampung yang tersedia, SNBP 2026 kembali menegaskan bahwa seleksi masuk perguruan tinggi negeri semakin selektif. Pemerintah pun mendorong siswa untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan prestasi non-akademik sebagai bagian dari penilaian seleksi. (*)
