KETIK, LEBAK – Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lebak akan menggelar apel besar Paskibra tingkat SLTA se-Kabupaten Lebak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Kegiatan tersebut rencananya dipusatkan di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak sebagai langkah awal pembinaan dan konsolidasi Paskibra di daerah.
Ketua PPI Kabupaten Lebak, Raines Zebua, mengatakan apel besar ini bertujuan untuk melakukan pembinaan sekaligus pendataan kekuatan Paskibra sekolah, baik dari sisi jumlah anggota maupun jumlah sekolah tingkat SLTA yang aktif mengikuti kegiatan Paskibra di Kabupaten Lebak.
“Apel besar ini merupakan bagian dari pembinaan sekaligus untuk menghitung kekuatan Paskibra sekolah se-Kabupaten Lebak, termasuk jumlah sekolah SLTA yang aktif dalam kegiatan Paskibra,” kata Raines Zebua ketika dihubungi Ketik.com, Senin, 12 Januari 2026.
Selain pembinaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program kerja PPI Kabupaten Lebak serta memberikan pemahaman terkait mekanisme seleksi Paskibraka tahun 2026.
Menurut Zebua, PPI Lebak menargetkan dapat kembali mengirimkan putra-putri terbaik daerah ke tingkat nasional setelah lebih dari satu dekade absen.
“Sudah sekitar 12 tahun Kabupaten Lebak belum mengirimkan Paskibraka ke tingkat nasional. Karena itu, kami mulai melakukan persiapan sejak dini agar ke depan putra-putri terbaik Lebak bisa kembali mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara,” ujarnya.
Zebua menegaskan, pembinaan terhadap generasi muda, khususnya anggota Paskibra tingkat SLTA, harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Hal ini dinilai penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Indonesia membutuhkan pemuda-pemuda yang tangguh, begitu juga Kabupaten Lebak. Pembinaan ini menjadi pondasi penting bagi generasi muda agar memiliki tekad dan karakter kuat untuk membangun daerahnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa untuk menembus seleksi Paskibraka tingkat nasional dibutuhkan persiapan yang matang serta mekanisme pembinaan yang terstruktur. Dukungan dari berbagai unsur sangat diperlukan, mulai dari pihak sekolah, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, Dinas Pendidikan, hingga dukungan orang tua dan keluarga peserta.
“Keberhasilan mengirimkan Paskibraka ke tingkat nasional tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu sinergi dan dukungan dari semua pihak, baik unsur birokrasi, sekolah, maupun keluarga,” katanya.
Ia juga menyoroti proses seleksi Paskibraka saat ini yang dilakukan secara online dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat.
Oleh karena itu, PPI Kabupaten Lebak berkomitmen untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan, khususnya bagi siswa kelas 10 dan 11 tingkat SLTA yang menjadi calon Paskibraka 2026.
“Seleksi yang ketat menuntut kesiapan fisik, mental, dan akademik. Kami akan fokus membina adik-adik Paskibra agar mampu bersaing dan membawa nama baik Kabupaten Lebak di tingkat nasional,” pungkas Zebua. (*)
