Tak Sekadar Salat Id, Bupati Situbondo Tinjau Program Lingkungan di Desa Terpencil

21 Maret 2026 10:24 21 Mar 2026 10:24

Thumbnail Tak Sekadar Salat Id, Bupati Situbondo Tinjau Program Lingkungan di Desa Terpencil

Usai salat Idulfitri, Bupati Situbondo berbaur dengan masyarakat Desa Selobanteng, Sabtu 21 Maret 2026 (Foto : Heru Hartanto / ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Kembali Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memilih melaksanakan ibadah salat Idulfitri di Masjid Madrasah Diniyah Ula Badrul Arifin KP Krajan, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Sabtu, 21 Maret 2026.

Usai melaksanakan salat Idulfitri, Mas Rio bersama istrinya Una, dan Kepala OPD berbaur dengan ratusan warga wilayah terpencil di KP Krajan, Desa Selobanteng Situbondo.

“Salat Idulfitri saya lakukan di desa terpencil untuk mempererat silaturrahmi antara masyarakat dengan Keluarga Besar Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo. Saya cukup senang bisa Salat Idulfitri bersama masyarakat di daerah terpencil,” tutur Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio.

Salat Idulfitri di desa-desa terpencil, merupakan komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H.

“Saya memilih untuk tidak melaksanakan Salat Idulfitri di pusat kota atau masjid agung, saya memilih turun langsung ke salah satu wilayah terpencil di dataran tinggi, yakni Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur,” tuturnya.

Keputusan Mas Rio memilih Desa Selobanteng didasari oleh kekagumannya pada kelestarian alam desa tersebut. Suasana pegunungan yang asri dan udara yang sejuk menciptakan atmosfer spiritual yang menyatu dengan alam, selaras dengan semangat Idulfitri untuk kembali ke fitrah.

“Selain melaksanakan ibadah, saya juga meninjau inisiatif pelestarian lingkungan yang dikelola secara swadaya oleh desa. Desa Selobanteng saat ini tengah menjalankan program inovatif berupa penanaman pohon sebagai langkah konkret menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor,” kata Mas Rio.

Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, ini bentuk konservasi lingkungan yang berkelanjutan. “Program penanaman pohon di desa ini bukan sekadar penghijauan, tapi bagian dari pengembangan hutan rakyat yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat," ujar Mas Rio di sela-sela kunjungannya.

Program lingkungan di Desa Selobanteng, kata Mas Rio, memiliki keunikan tersendiri. Jenis pohon yang ditanam, seperti Jati, Kamalina, dan Kesambi, karena pohon-pohon tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Pohon buah-buahan juga ditanam untuk menjaga ketersediaan pakan bagi burung-burung, guna mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversitas),” jelasnya.

Untuk menjamin keberlanjutan (sustainability), imbuh Mas Rio, program ini tidak berhenti pada seremonial penanaman. Tetapi, monitoring dilakukan secara rutin setiap tahun, bahkan memanfaatkan teknologi satelit untuk memastikan setiap bibit yang tertanam tumbuh dengan baik.

“Hal ini selaras dengan visi kami untuk menjadikan Situbondo sebagai kabupaten yang mandiri dan berwawasan lingkungan. Saya bukan bupatinya satu kelompok. Namun, saya dan mbak Ulfi merupakan bupati dan wabup seluruh Masyarakat Situbondo. Makanya saya dan Mbak Ulfi melaksanakan salat Idulfitri di daerah terpencil di wilayah Situbondo dengan tujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran orang nomor satu di Situbondo ini menjadi catatan sejarah sekaligus kebanggaan tersendiri bagi warga setempat. Sebab, desa yang terletak di kawasan pegunungan dan dikelilingi hutan rimbun ini jarang dikunjungi oleh pejabat setingkat kepala daerah, terlebih dalam momen sakral hari raya Idulfitri ini.

Muntaha Kepala Desa Selobanteng yang mengoordinasi wilayah sekitar mengatakan rasa haru dan bangganya atas kehadiran Bupati Situbondo di wilayahnya. “Terima kasih Mas Rio telah hadir dalam menjalankan Salat Idulfitri bersama masyarakat jelata yang bermukim di wilayah terpencil ini,” kata Muntaha.

Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2009, desanya telah menanam sedikitnya 300 ribu pohon demi menjaga ekosistem dan mencegah bencana. "Alhamdulillah, baru Mas Rio yang hadir di desa kami dan berbaur dengan masyarakat. Kami sangat senang dan merasa terhormat," terang Muntaha.

Selain itu, Muntaha juga mengapresiasi Program Brtantas yang diinisiasi Mas Rio. Program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu di pelosok desa yang terkendala biaya rumah sakit.

"Kami melihat Mas Rio bukan hanya peduli pada alam melalui dukungan penanaman pohon, tapi juga sangat peduli pada keselamatan jiwa rakyatnya melalui program kesehatan Berantas. Kehadiran beliau hari ini benar-benar membawa semangat baru bagi kami di desa," pungkas Kades Selobanteng. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Situbondo Komitmen Melaksanakan Salat Idulfitri Diwilayah Terpencil Di Situbondo