KETIK, JAKARTA – Belakangan ini, short drama China semakin sering muncul di beranda TikTok dan berhasil menarik perhatian netizen Indonesia. Cuplikan berdurasi singkat, antara satu sampai tiga menit, membuat konten ini mudah ditonton hingga jutaan kali.
Cuplikan drama tersebut menyajikan konflik cepat dengan emosi yang langsung terasa, meski hanya potongan pendek. Alur cerita yang padat membuat penonton bertahan menonton hingga akhir. Kolom komentar pun sering dipenuhi pertanyaan mengenai judul drama dan tempat menonton versi lengkap dan gratis.
Menariknya, sejumlah warganet menyoroti pola cerita short drama China yang cenderung seragam. Beberapa tema yang sering muncul antara lain tokoh utama yang terlahir kembali, orang kaya yang menyamar sebagai rakyat biasa, hingga CEO yang berpura-pura hidup sederhana sebelum identitas aslinya terungkap.
Pola cerita yang berulang dan judul dengan latar serta karakter yang berbeda justru dianggap sebagai daya tarik tersendiri. Penonton tidak perlu mengikuti cerita rumit, tetapi tetap mendapatkan konflik dan klimaks dalam setiap potongan video.
Fenomena ini juga menunjukkan perubahan pola konsumsi tontonan. Jika dulu drama identik dengan episode panjang, sekarang cerita singkat dengan konflik instan lebih mudah menjangkau penonton baru melalui media sosial.
"Ini bukan lagi sekadar tren sesaat. Ini adalah lapisan hiburan dan monetisasi baru yang berada di antara media sosial dan streaming,” kata Direktur Eksekutif Media Partners Asia, Vivek Couto, dilansir dari laman Variety.
Di sisi lain, beberapa pengguna juga menyoroti betapa pentingnya mencantumkan sumber resmi dalam unggahan cuplikan drama tersebut untuk menghindari kerugian bagi pembuat dan pemegang hak cipta. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga etika distribusi konten sekaligus mendukung keberlangsungan industri hiburan.
Dengan tingginya minat penonton dan jumlah penyebaran konten video pendek, tren drama China diperkirakan masih akan terus mengisi beranda TikTok dalam waktu ke depan. (*)
