Serangan Hama Ancam Ribuan Hektare Sawah di Aceh Barat Daya

30 Januari 2026 10:10 30 Jan 2026 10:10

Thumbnail Serangan Hama Ancam Ribuan Hektare Sawah di Aceh Barat Daya

Tanaman padi milik petani di Kuala Bate, Abdya, mulai mati akibat diserang hama, Jumat, 30 Januari 2026. (Foto: T. R/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Serangan hama mulai mengusik ketenangan petani padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dalam beberapa pekan terakhir, organisme pengganggu tanaman (OPT) dilaporkan menyerang lahan persawahan dan menimbulkan kekhawatiran akan penurunan hasil panen.

Dari total sekitar 8.299 hektare sawah yang tersebar di Abdya, puluhan hingga ratusan hektare diketahui telah mulai terdampak. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran lebih luas, mengingat sebagian besar sawah tersebut saat ini tengah memasuki fase pertumbuhan padi yang menentukan produktivitas panen.

Sejumlah jenis hama dilaporkan menyerang tanaman padi, di antaranya wereng, walang sangit, ulat, hingga kupu-kupu kecil berwarna putih. Hama pengrusak tanaman ini menjadi musuh bebuyutan petani padi.

Serangan hama menyebabkan hamparan padi yang sebelumnya hijau berubah menjadi kuning pucat. Batang padi melemah, daun mengering, dan sebagian tanaman mati sebelum sempat berbuah. Pemandangan ini meninggalkan duka mendalam bagi petani yang menyaksikan hasil jerih payah mereka perlahan sirna.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh petani di Desa Masjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya. Kekhawatiran terus menghantui mereka, karena lahan sawah yang selama ini menjadi tumpuan hidup dapat sewaktu-waktu berubah menjadi hamparan jerami tak bernilai.

Muhammad Akob misalnya, salah seorang petani di Desa Masjid, Tangan-Tangan, mengungkapkan kesedihannya saat melihat tanaman padi miliknya mulai diserang hama, sementara tanaman padi tengah membutuhkan perawa perawatan intensif.

“Serangan hama ini datang saat padi sedang butuh perawatan maksimal. Kalau terlambat ditangani, dalam hitungan hari saja tanaman bisa rusak semua. Kami khawatir hasil panen turun drastis, bahkan bisa gagal panen,” ujar Akob.

Selain di Kecamatan Tangan-Tangan, hama padi juga menyerang wilayah lainnya seperti di Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, dan Jeumpa. Menurut Dirman, salah seorang warga Kuala Batee menyebutkan, hama di musim tanam tahun ini sangat parah.

"Di sebagian besar wilayah Abdya terutama di Kuala Batee, Babahrot dan Jeumpa padi usia 1 sampai 2 bulan diserang wabah ulat penggerek batang dan daun. Sejumlah petani mengeluh karena wabah ulat musim tanam tahun ini sangat parah, walaupun sudah disemprot 1 minggu 2 kali," tuturnya, Jumat, 30 Januari 2026.

Meningkatnya serangan hama ini diduga berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Peralihan musim dari penghujan yang sempat memicu banjir menuju musim kemarau dinilai membuat ekosistem persawahan menjadi lebih rentan terhadap ledakan populasi hama.

Pertanian selama ini menjadi sektor penopang utama perekonomian masyarakat Abdya. Oleh karena itu, ancaman terhadap ribuan hektare sawah tidak hanya berdampak pada produksi padi, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.

Di tengah situasi sulit ini, petani berharap adanya langkah pengendalian hama yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dari pihak terkait. Bagi mereka, penyelamatan tanaman padi bukan sekadar soal panen, melainkan tentang menjaga harapan hidup agar tidak mati bersama padi di sawah. (*)

Tombol Google News

Tags:

sawah Hama Padi Aceh Barat Daya kuala batee Wereng Aceh