Semarak Lebaran Ketupat di Sukolilo Surabaya, Ludes Dalam 20 Menit!

27 Maret 2026 10:30 27 Mar 2026 10:30

Thumbnail Semarak Lebaran Ketupat di Sukolilo Surabaya, Ludes Dalam 20 Menit!

Warga Sukolilo Baru tumpah ruah pada acara kupatan Lebaran. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Lebaran ketupat mulai terasa. Ratusan warga di kawasan Sukolilo Baru, Surabaya tumpah ruah mengikuti tradisi "kupatan" yang berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026 kemarin.

Antusiasme warga terasa sejak sore. Mereka tiba di lokasi dengan membawa nampan untuk bisa membawa pulang makanan gratis tersebut.

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Bahari Sukolilo Baru, Tri Eko Sulistyowati, mengatakan, tradisi kupatan ini pada awalnya bernama Kupat Mini. Nama itu diambil karena tradisi kupatan dilakukan oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun.

"Dulu anak-anak buat ketupat di depan rumah, lalu melakukan transaksi dengan bahasa 'tumbas' atau 'tuku' (beli) sebagai barter," katanya.

Tri mengatakan, pada gelaran kupatan setiap warga menyediakan hidangan yang berbeda-beda, sesuai dengan keinginan masing-masing.

Sejumlah warga memasak mi, lodeh keroan, urap keroan, jajanan tradisional, apem dan es tape. Makanan-makanan ini langsung diserbu oleh warga, tak lama setelah acara kupatan dimulai.

"20 menit saja semua makanan ludes. Banyak warga yang membawa hidangan dari berbagai stan hingga nampannya penuh, lalu dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga," bebernya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kupatan Lebaran Ketupat kupatan Surabaya Sukolilo Surabaya tradisi lebaran