KETIK, MAGETAN – Di balik suksesnya gelaran Kejurprov Road Race IMI Jatim 2026 Seri Pertama di Sirkuit Suryo Magetan sepanjang akhir pekan ini, 28-29 Maret 2026, ada sosok pemuda ganteng dan enerjik. Sejak masa persiapan beberapa hari lalu, dia sudah menjadi orang paling sibuk mondar-mandir.
Semua itu demi memastikan segala hal berjalan dengan baik di kejuaraan yang diikuti para talenta balap motor se-Jawa Timur ini. Dia adalah Ketua IMI Magetan Risto Ariesta Vialle.
Di Bawah kepemimpinan pemuda 29 tahun tersebut, Sirkuit Suryo Magetan akhir pekan ini berhasil menjadi tuan rumah event balap yang ditunggu-tunggu para pecinta motorsport Se-Jatim.
Bukan hanya itu, Risto, panggilan akrabnya, bersama IMI Magetan kini juga sudah punya banyak rencana untuk memaksimalkan Sirkuit permanen yang sejauh ini pembangunannya sudah memakan APBD sebesar Rp19,8 Miliar (Rp15 Miliar dari Pemprov Jatim dan Rp4,8 Miliar Pemkab Magetan) tersebut.
Itu semua tak lain agar sirkuit ini bisa bermanfaat bagi masayarakat. Baik dalam segi menggembleng talenta-talenta balap muda di motorsport maupun menjadikannya sebagai destinasi sporttourism baru untuk mengangkat ekonomi Magetan.
"Selain menjadi tuan rumah event-event balap seperti ini, Kami sudah punya rencana untuk membentuk 'Pengcab IMI Magetan Racing School'," ucap Risto saat berbincang dengan Ketik.com.
"Kami juga proyeksikan, agar fungsi manfaat sirkuit Magetan ini, bisa berjalan optimal dan kesinambungan. Termasuk agar sirkuit ini bisa menjadi tempat gelaran acara-acara kolosal sejenis Aniv komunitas, pelatihan safety riding, launching produk segmen otomotif, hingga pembuatan cinema. Kami siap dukung dan mengakomodirnya," papar Risto dengan semangat.
Terpilih Jadi Tuan Rumah Kejurprov
Dia menambahkan, kegiatan Kejurprov ini berhasil menyambangi Magetan berkat inisiasi seluruh teman-teman IMI Magetan yang proaktif untuk mengisi kekosongan antara pembangunan sirkuit tahap kedua yang baru rampung dan tahap ketiga mendatang. "Sehingga, ini menjadi gelaran perdana di sirkuit ini setelah dinyatakan layak dan sesuai standar regulasi oleh IMI Jawa Timur," jelas pria kelahiran Magetan 28 Maret 1997 itu.
Terkait fasilitas, Risto menyebut usai pembangunan tahap kedua, sirkuit ini sudah memiliki paddock baru, pemavingan di area sebelah timur start, dan juga pembenahan talud-talud yang sempat longsor usai pembangunan tahap pertama.
Karena ini pada gelaran event perdana ini kondisi sirkuit memang belum seratus persen selesai. Itu juga yang membuat fokus utama panitia adalah mitigasi bencana dan persiapan yang sangat matang.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk risk assessment. Kami juga dibantu OPD terkait di Magetan untuk urusan keamanan dan kesehatan. Untuk peserta, semuanya otomatis sudah ter-cover BPJS, sedangkan untuk penonton dan panitia, kami siapkan asuransi kesehatan dari Bhayangkara," jelasnya.
Dalam evaluasi selama tiga hari pelaksanaan, Risto menyebut memang masih ada beberapa catatan. Misalnya kondisi lintasan atau racetrack yang masih terasa bumpy di beberapa titik, serta tikungan-tikungan krusial yang perlu disempurnakan lagi. Selain itu, fasilitas pendukung seperti lahan parkir dan kapasitas paddock juga masih kurang luas. "Rencana ke depan di pembangunan tahap selanjutnya, kami akan fokus pada penambahan area paddock, lahan parkir, serta fasilitas pendukung lainnya seperti ruang race control," jelas Risto.
Pemilihan Nama Sirkuit Suryo Magetan
Mengenai nama sirkuit, Risto juga menjelaskan, sebelumnya, memang sempat simpang siur. Ada yang menyebut Sirkuit Parang, Sirkuit Magetan, ada yang bilang Sirkuit Mario. Namun, dia memastikan bahwa Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan masukan agar namanya memiliki unsur kepahlawanan dan sejarah.
"Akhirnya diputuskan namanya adalah Sirkuit Suryo Magetan. Ini mengambil nama Gubernur pertama Jawa Timur, Gubernur Suryo, yang asli Magetan, sekaligus menyambung dengan nama pembalap kebanggaan kita, Mario Suryo Aji," jelas Risto. (*)
