Salat Idulfitri di Unikama: Menjaga Kompas Moral dan Spiritual di Tengah Arus Modernisasi

21 Maret 2026 13:00 21 Mar 2026 13:00

Thumbnail Salat Idulfitri di Unikama: Menjaga Kompas Moral dan Spiritual di Tengah Arus Modernisasi

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Halaman Rektorat Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu pagi, 21 Maret 2026. (Foto: Humas Unikama)

KETIK, MALANG – Suasana tenang dan penuh kebersamaan terasa kuat dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Halaman Rektorat Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Sabtu pagi, 21 Maret 2026.

Di bawah langit cerah, para jemaah mengikuti ibadah dengan khusyuk, menandai datangnya hari kemenangan usai menjalani ibadah puasa Ramadan.

Tak sekadar ibadah rutin tahunan, momen ini menjadi ruang temu yang mempererat hubungan antara civitas akademika dan masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai elemen kampus hingga tokoh penting turut memperkuat nuansa kebersamaan dalam perayaan tersebut.

Salat Idulfitri yang berlangsung kali ini menjadi momen spesial karena mempertemukan seluruh civitas akademika dengan masyarakat sekitar dalam satu ruang temu.

Tampak hadir juga dalam kesempatan tersebut, Agus Priyono selaku Ketua PPLP-PT PGRI Malang yang merupakan Badan Penyelenggara Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Kehadirannya bersama para jajaran dan pejabat Universitas lainnya memberikan sentuhan kebersamaan yang mendalam dalam perayaan hari raya kali ini.

Di tengah perkembangan zaman yang kian pesat, momen Idulfitri di lingkungan kampus ini juga menghadirkan refleksi penting. Kemajuan teknologi dan modernisasi yang tak terbendung seringkali membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial, termasuk potensi lunturnya nilai-nilai spiritual.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi yang kerap kali membawa tantangan baru dalam kehidupan sosial, pelaksanaan Salat Idulfitri kali ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan dan kesadaran terkait nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Kesadaran diri dan nilai religius dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Di tengah berbagai kemudahan yang ditawarkan era modern, masyarakat diingatkan untuk tetap menjadikan nilai-nilai luhur sebagai kompas moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kehidupan modern memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga menyimpan potensi distraksi yang dapat melunturkan nilai-nilai luhur.

Oleh karena itu, penting sekali menjaga nilai - nilai kesadaran diri sebagai kompas moral yang dapat membantu kita menunjukkan arah menuju kebaikan. Mempertahankan religiusitas di tengah terpaan modernitas adalah investasi terbaik untuk bekal kehidupan di masa depan.

Dengan berpegang teguh pada ajaran agama, kebahagiaan tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga menjadi bekal menuju kehidupan yang lebih baik di akhirat.

Dengan berpegang teguh pada ajaran agama, kita tidak hanya akan selamat di dunia, tetapi juga meraih kebahagiaan hakiki di akhirat nanti. Semangat kebersamaan dan harmoni yang tercipta di Halaman Rektorat Unikama pagi ini diharapkan menjadi cerminan masyarakat yang tidak hanya maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak yang mulia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Unikama Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H Agus Priyono Ketua PPLP-PT PGRI Malang