Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala, Bereskan Pendangkalan Sungai Akibat Lumpur Dampak Bencana

2 Januari 2026 10:30 2 Jan 2026 10:30

Thumbnail Prabowo Setujui Pembentukan Satgas Kuala, Bereskan Pendangkalan Sungai Akibat Lumpur Dampak Bencana
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi bencana di Tapanuli Selatan, Sumut, 31 Januari 2025. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, ACEH TAMIANG – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas atau Satgas Kuala. Satgas ini bakal bertugas untuk pengerukan sungai-sungai dangkal di daerah bencana dan mengolah air berlumpur menjadi air bersih. Keputusan itu muncul dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Aceh, pada Kamis (1/1/2026).

Dalam apat itu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan, pengerukan (dredging) bakal dilakukan mulai dari muara sungai di laut. Tujuannya untuk memperdalam alur sungai yang dangkal akibat endapan lumpur, sekaligus mempermudah mobilisasi alat berat ke titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat.

"Sungai Tamiang, sebagai contoh, bisa kita keruk dari laut. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan, tidak hanya di Tamiang, tapi juga di Bireuen dan Sibolga," kata Sjafrie kepada Presiden saat itu dilansir BPMI Setpres.

Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menyebut beberapa gubernur juga telah menyampaikan aspirasi serupa.

"Kuala-kuala itu kita akan normalisasi. Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI berkoordinasi dengan para gubernur," ujar Prabowo.

Ia juga meminta agar operasi ini melibatkan para ahli dari BUMN Karya, Kementerian PUPR, hingga fakultas teknik jika diperlukan.

Anggaran Tak Jadi Masalah

Dalam rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengusulkan pemanfaatan alat-alat pengerukan yang biasa digunakan oleh penambang di Bangka Belitung karena daya sedotnya yang kuat. Prabowo pun setuju dan menegaskan bahwa anggaran tidak akan menjadi kendala.

"Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. Tadinya diajukan Rp51 triliun, saya komit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan, tidak ada masalah," tegasnya.

Setelah mendapat persetujuan, Menhan Sjafrie melaporkan bahwa Satgas Kuala telah resmi dibentuk hari ini. Satgas akan memiliki dua tugas utama: pengerukan sungai dan pengolahan air bersih menggunakan sistem water treatment yang dipasang di kapal.

"Satgas Kuala akan mulai bekerja dalam waktu dua pekan ke depan dengan sasaran pertama di Kuala Simpang, Aceh Tamiang," pungkas Sjafrie. (*)

Tombol Google News

Tags:

Satgas Kuala Prabowo Menhan