KETIK, GRESIK – Suplai kebutuhan gas bumi untuk proses memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dipastikan berjalan lancar dan stabil. Terkait hal tersebut, sejumlah pengguna atau konsumen gas Compressed Natural Gas (CNG) di Kabupaten Gresik meminta agar pemerintah memberikan kemudahan dalam pengisian.
Sebagaimana diketahui, gas CNG merupakan bahan bakar alternatif yang selama ini digunakan untuk industri termasuk kebutuhan proses memasak di dapur-dapur SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG). Energi terbarukan ini mulai menggantikan elpiji sebagai bentuk nyata swasembada energi di daerah. Pasokan gas CNG yang stabil dapat memastikan operasional dapur SPPG berjalan lancar.
Rahmat, salah satu pengguna stasiun gas CNG di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, mengutarakan hambatan yang dirasakan saat ini.
“Kami minta agar pemerintah memberikan kemudahan terhadap akses gas CNG. Sebab selama ini kami sering kesulitan dalam pembelian. Tentu saja hal tersebut berdampak terhadap operasional memasak di dapur-dapur SPPG,” kata Rahmat, Kamis, 29 Januari 2026.
Rahmat khawatir jika kondisi terus seperti ini, maka suplai gas CNG untuk sejumlah SPPG di wilayah Gresik bisa mengalami kendala keterlambatan. Saat ini pengiriman harus tepat waktu, jika terlambat maka proses memasak di dapur SPPG secara otomatis ikut molor.
“Saat ini saja sering tersendat dan terlambat karena terkendala pengisian di stasiun CNG. Padahal pengiriman harus tepat waktu, jika terlambat maka proses memasak di dapur SPPG secara otomatis ikut molor,” terangnya.
Baru-baru ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Compressed Natural Gas (CNG) Station milik PT Citra Nusantara Energi di Kabupaten Gresik. Fasilitas ini dibangun atas kolaborasi antara PT Petrogas Jatim Utama (Perseroda) dan PT Citra Nusantara Energi sebagai bagian dari transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Menurut Rahmat, pengisian di stasiun langsung menggunakan kompresor, berbeda jika mengisi di perusahaan gas yang biasanya lewat tangki kontainer dan butuh waktu lama.
“Sebenarnya bisa saja mengisi di beberapa perusahaan gas, tetapi tidak seperti pengisian langsung di stasiun CNG. Selain cepat, pengisian di stasiun juga langsung menggunakan kompresor, kalau mengisi di perusahaan gas biasanya lewat tangki kontainer dan itu butuh waktu lama,” tandas dia.
Para pengguna gas CNG berharap pemerintah provinsi (Pemprov) memberikan akses kemudahan dalam pengisian di stasiun CNG yang berlokasi di Kawasan Industri Maspion (KIM). Langkah tersebut bertujuan agar pemenuhan kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik tidak lagi menemui kendala. (*)
