Pecahkan Rekor MURI! Inseminasi Buatan Sapi Jatim Capai 1 Juta Ekor, Khofifah Tegaskan Komitmen

30 November 2025 09:04 30 Nov 2025 09:04

Thumbnail Pecahkan Rekor MURI! Inseminasi Buatan Sapi Jatim Capai 1 Juta Ekor, Khofifah Tegaskan Komitmen
Program inseminasi buatan ternak sapi di Jawa Timur berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Keaktifan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan program inseminasi buatan pada ternak sapi berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sepanjang Januari hingga 24 November 2025, inseminasi buatan pada 1.099.397 ekor sapi di Jatim dicatat MURI sebagai rekor terbanyak dalam kurun waktu satu tahun.

Piagam penghargaan MURI Nomor 12524/R.MURI/XI/2025 diserahkan langsung oleh Direktur Marketing MURI, Awang Rahargo, kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Penyerahan dilakukan dalam rangka acara Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan Jawa Timur 2025 yang digelar di City Forest, Jl. Koptu Berlian, Jambutan, Tegalgede, Sumbersari, Jember, Senin lalu.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, capaian ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah, petugas lapangan seperti dokter hewan, paramedik veteriner, inseminator, pemeriksa kebuntingan, serta peternak dalam mendorong reproduksi ternak secara modern dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan populasi sapi.

"Alhamdulillah, capaian ini adalah buah kerja keras para peternak dan penggemuk sapi, tentu kami menyampaikan terima kasih panjenengan semua yang berhak menerima," katanya.

Menurut Gubernur Khofifah, capaian ini menjadi motivasi sekaligus semangat bagi para peternak dan penggemuk ternak di Jawa Timur. Ia menyebut, berkat berbagai inisiasi dan inovasi yang dilakukan, Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan populasi dan produktivitas sapi tertinggi di tingkat nasional.

"Panjenengan semua telah berinisiatif melakukan banyak inovasi, melakukan banyak kerja produktif sehingga populasi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur terbesar di antara seluruh provinsi di Indonesia," terangnya.

Sepanjang 2024, Jawa Timur mencatat kelahiran pedet atau anak sapi sebanyak 1,1 juta ekor, capaian tertinggi di tingkat nasional. Prestasi ini didukung oleh 1.417 inseminator atau petugas kawin suntik yang tersebar di seluruh provinsi.

Gubernur Khofifah menjelaskan, program inseminasi buatan ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak setelah terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi pada 2022 lalu.

"Banyak ternak yang sakit, mati, dan harus dipotong paksa dan ini berdampak langsung pada penurunan populasi dan produktivitas ternak, termasuk menurunnya produksi susu, daging, dan kelahiran pedet," ungkapnya.

Upaya lainnya untuk pengendalian wabah PMK yang presisi dilakukan melalui pengobatan ternak sakit, vaksinasi ternak sehat, dan desinfeksi lingkungan. Hasilnya di tahun 2024, statusnya telah menurun dari Wabah menjadi Tertular.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kekompakan Tim Satgas PMK terdiri dari BNPB, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, TNI, dan Polri, wabah PMK telah dapat dikendalikan," katanya.

Tren kelahiran ternak di Jawa Timur dalam empat tahun terakhir tercatat cukup stabil, yaitu 1,08 juta ekor pada 2020, 1,18 juta ekor pada 2021, 1,09 juta ekor pada 2022, dan 1,1 juta ekor pada 2023.

Tingginya angka populasi dan produktivitas peternakan ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Gubernur Khofifah menilai pengembangan sapi potong dan sapi perah sangat menjanjikan, mengingat Indonesia masih mengalami defisit dan ketergantungan impor.

Produksi daging nasional mencapai 0,37 juta ton, sementara kebutuhan 0,77 juta ton. Begitu pula produksi susu nasional sebesar 1 juta ton, dibanding kebutuhan 4,7 juta ton.

"Artinya kita defisit 52% produksi daging yang dipenuhi melalui impor, lalu defisit 79% untuk produksi susu nasional yang kemudian harus dipenuhi dengan impor," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga ritme pasar daging sapi bagi peternak Jawa Timur. Ia menegaskan, jika kebijakan impor daging sapi diambil oleh Pemerintah Pusat, hal tersebut tidak akan diterapkan di Jatim.

Selain itu, Khofifah menyoroti perlunya penguatan akses pasar untuk para peternak, agar capaian produktivitas sektor peternakan di Jatim bisa dirasakan secara optimal. Menurutnya, para peternak telah memberikan kontribusi nyata terhadap produksi daging sapi dan susu di provinsi ini.

"Tugas kita bersama adalah membangunkan akses pasar lebih luas lagi, mudah-mudahan seluruh peternak sapi Jawa Timur baik yang potong maupun perah semuanya bisa mendapatkan peluang usaha yang lebih baik, lebih besar, lebih menguntungkan, lebih sejahtera dan lebih berkemakmuran," harapnya. 

Sementara itu, Direktur Marketing MURI Awang Rahargo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan telah menyelenggarakan pelayanan inseminasi buatan (IB) ternak sapi sepanjang tahun 2025, mulai 1 Januari hingga 24 November.

Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan populasi sapi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur. Prestasi ini juga menobatkan Jatim sebagai provinsi dengan capaian inseminasi buatan tertinggi di Indonesia.

"Kegiatan hari ini bukan serta merta demi pencapaian sebuah rekor tetapi memang layak dan luar biasa dikarenakan capaian ini telah menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah pemerintah provinsi di bawah bimbingan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada inseminator dan peternak dalam mendorong efisiensi reproduksi ternak secara modern dan berkelas," kata Awang Rahargo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Inseminasi buatan Muri Ternak Sapi