Masjid An Nawiah Apresiasi Remaja: Adab dan Disiplin Lebih Utama dari Retorika

14 Maret 2026 19:04 14 Mar 2026 19:04

Thumbnail Masjid An Nawiah Apresiasi Remaja: Adab dan Disiplin Lebih Utama dari Retorika

Masjid An Nawiah Makassar menutup rangkaian Amaliah Ramadan 1447 H dengan memberikan apresiasi yang menitikberatkan pada kedisiplinan dan akhlak. (Foto: Ahmad Yusran Arief)

KETIK, MAKASSAR – Di tengah keriuhan dunia digital yang kerap menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai spiritual, sebuah masjid di pinggiran Kota Makassar menghadirkan pendekatan berbeda dalam membina remaja. Masjid An Nawiah menutup rangkaian Amaliah Ramadan 1447 H dengan memberikan apresiasi yang menitikberatkan pada kedisiplinan dan akhlak, bukan sekadar kemampuan retorika di mimbar.

Acara penutupan yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026) malam itu menjadi panggung apresiasi bagi para remaja yang selama satu bulan penuh berkhidmat di rumah ibadah. Pengurus Masjid An Nawiah menerapkan sistem penghargaan langsung guna menumbuhkan kepercayaan diri peserta.

Setiap remaja yang bertugas membawakan ceramah singkat atau kultum diberikan dana motivasi sebesar Rp50.000 setiap kali tampil.

Ketua Harian Masjid An Nawiah, Syam, dalam laporannya menyampaikan bahwa skema tersebut terbukti efektif menarik minat remaja untuk aktif di mimbar masjid. Sebagai bentuk apresiasi lanjutan, seluruh peserta aktif juga menerima dana pembinaan masing-masing sebesar Rp150.000 yang bersumber dari donasi pribadi Bendahara Masjid, Yunus.

Menariknya, penghargaan khusus tidak hanya diberikan kepada mereka yang piawai berbicara, tetapi juga kepada remaja yang menunjukkan konsistensi kehadiran di masjid.

Alki dan Zaki, misalnya, menerima tambahan uang motivasi masing-masing sebesar Rp100.000 sebagai bentuk apresiasi atas kerajinan mereka mengikuti kegiatan di masjid.

Apresiasi paling signifikan diberikan kepada dua peserta putri. Berdasarkan penilaian terhadap aspek adab oleh pembina putri, Fika dan Putri, keduanya masing-masing menerima tambahan dana motivasi sebesar Rp350.000 beserta cenderamata.

Ketua Pengurus Masjid An Nawiah dalam pidato penutupnya menekankan bahwa makna kesuksesan di lingkungan masjid tidak semata-mata diukur dari kemampuan berbicara di depan jamaah.

Menurutnya, definisi "juara" harus dikembalikan pada hakikat penghambaan dan ketertiban sosial.

"Juara yang sesungguhnya bukan sekadar mereka yang piawai berdiri di atas mimbar. Juara sejati adalah kalian yang mampu menjaga kebersihan tempat wudu, menaruh gawai saat berada di rumah Allah, serta menunjukkan kepatuhan kepada orang tua dan pembina," tegasnya.

Pesan tersebut selaras dengan kondisi sosial di wilayah Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, di mana masjid diharapkan dapat menjadi benteng pembinaan karakter bagi para pemuda.

Langkah transparan dan edukatif yang dilakukan pengurus Masjid An Nawiah mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Ketua RT setempat menilai sinergi antara pengurus masjid dan donatur dalam memperhatikan hal-hal detail seperti kebersihan dan adab remaja dapat menjadi pemantik bagi warga lain untuk kembali meramaikan masjid.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi program-program kepemudaan selanjutnya, termasuk rencana lomba naskah ceramah dan video dakwah digital yang akan digelar menjelang Iduladha mendatang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Masjid An Nawiah Makassar Makassar Ramadan 1447 H