Pasien Faskes di Pacitan Melonjak Pascalebaran, ISPA dan Diare Dominasi Kasus

30 Maret 2026 18:11 30 Mar 2026 18:11

Thumbnail Pasien Faskes di Pacitan Melonjak Pascalebaran, ISPA dan Diare Dominasi Kasus

Ilustrasi pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan di Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kunjungan pasien di fasilitas kesehatan (faskes) Kabupaten Pacitan diklaim kerap meningkat setelah libur Lebaran, dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare paling banyak ditemukan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pacitan, Retno Wulandari, menyebut umumnya lonjakan kasus terjadi pada awal hari efektif usai libur panjang.

“Biasanya memang ada lonjakan,” kata Retno, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, dua jenis penyakit yang mendominasi kunjungan pasien yakni ISPA dan diare. Selain itu, juga ditemukan kasus demam atau febris dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti.

“Yang sering muncul ISPA, diare, dan febris atau panas,” ujarnya.

Menurut Retno, lonjakan pasien dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kebiasaan masyarakat yang menunda pemeriksaan selama libur Lebaran.

“Libur panjang, masyarakat menunda periksa meskipun sudah merasakan keluhan. Apalagi saat Idul Fitri banyak keluarga datang, sehingga sakit sering tidak dirasakan,” jelasnya.

Perubahan pola makan juga turut berkontribusi. Beragam hidangan Lebaran yang dikonsumsi tanpa kontrol dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

“Pola makan berubah dari saat puasa ke Lebaran, banyak makanan dikonsumsi sehingga pencernaan tidak mampu menyesuaikan,” tambahnya.

Selain itu, tingginya interaksi dan kontak erat saat momen silaturahmi juga meningkatkan risiko penularan penyakit, khususnya ISPA.

Meski terjadi peningkatan, Retno memastikan lonjakan tersebut tidak berlangsung lama dan tidak terlalu signifikan.

“Setelah dua hari awal masuk kerja, jumlah kunjungan pasien cenderung landai kembali,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kualitas istirahat.

“Dengan PHBS dan nutrisi yang baik, itu menjadi kunci utama mencegah penyakit,” tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

pasien melonjak faskes Pacitan Ispa diare pascalebaran dinkes pacitan kesehatan