KETIK, PASURUAN – Polres Pasuruan menggelar pemeriksaan kendaraan jeep wisata yang beroperasi di jalur menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu, 4 Februari 2026. Pemeriksaan itu dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi wisata unggulan tersebut. Sekaligus guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat mobil jeep yang tidak laik jalan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 13 unit jeep wisata, sebanyak 10 unit dinyatakan layak beroperasi dan diberikan stiker tanda kelayakan. Sementara itu, tiga unit lain tidak diizinkan beroperasi karena pengemudinya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, serta legalitas pengemudi jeep wisata yang akan mengangkut wisatawan menuju kawasan Bromo.
Petugas juga memastikan kendaraan dalam kondisi aman untuk melintasi jalur wisata yang dikenal memiliki medan terjal serta cuaca yang mudah berubah.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca mengatakan, pengetatan pengawasan ini merupakan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan wisata.
“Keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama. Kendaraan dan pengemudi harus benar-benar dipastikan siap karena jalur menuju Bromo memiliki risiko yang cukup tinggi,” ujarnya
Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga melaksanakan tes kesehatan serta tes urine terhadap seluruh pengemudi jeep wisata dan bus pariwisata. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengemudi dinyatakan negatif narkoba.
Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan AKP Ali Sodikin menegaskan, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan tidak berada di bawah pengaruh zat terlarang saat mengemudi.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru 2026 lebih mengedepankan upaya pencegahan guna menciptakan keamanan dan kenyamanan, khususnya di kawasan wisata.
“Kami ingin memastikan wisatawan merasa aman dan para pengemudi benar-benar mematuhi aturan. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya. (*)
