KETIK, TRENGGALEK – Untuk memperkuat pondasi sekaligus mengoptimalkan kinerja di lingkungan Pemkab, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melantik delapan pejabat eselon II atau Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Pelantikan tersebut juga mencakup Direktur Perumda Tirta Wening dan digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Mas Ipin, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kursi empuk, melainkan hasil seleksi melalui evaluasi ketat berbasis kinerja. Hal itu juga disesuaikan dengan efisiensi anggaran.
Selain itu, langkah ini menjadi strategi penyesuaian terhadap nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, dengan melakukan pemetaan berdasarkan potensi pejabat yang ada.
"Kita akan melakukan evaluasi nantinya terhadap pejabat yang ada sekarang. Apakah sudah layak atau belum, atau lebih optimal di tempatkan ke yang lain," ucapnya.
Termasuk dengan keberadaan Direktur Perumda Tirta Wening Trenggalek yang baru. Ia menegaskan jika perekrutannya dilakukan secara profesional dan bukan karena sebuah kedekatan. Pendeknya, murni karena kapasitas dan kapabilitas.
"Jadi tidak hanya sekadar menduduki jabatan tapi ada target yang diemban," tuturnya.
Salah satu target yang dibebankan kepada direktur baru adalah melakukan asesmen kebocoran sistem melalui audit menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun sistemik.
"Tak hanya itu. Harus ada optimalisasi pendapatan baru dari Air Minum dalam Kemasan (AMDK). Setidaknya pendapat tersebut bisa dikembalikan ke masyarakat," tandasnya.
Kemudian, untuk menjaga biaya pegawai tidak membengkak melebihi 30 persen, pihaknya menempatkan mantan kepala PTSP menduduki jabatan baru yang relevan dengan peta pelaku usaha dan obyek pajak di Trenggalek.
Hal ini dikaitkan dengan tantangan regulasi UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. "Ini artinya kita harus menyesuaikan diri jika memang undang-undang tersebut belum berubah," ungkapnya.
Masalah efisiensi anggaran, ia berharap agar bisa menjaga rasio belanja pegawai agar sesuai dengan koridor hukum.
"Harus ada strategi khusus yang harus ditindaklanjuti," tuturnya.
Berikut nama-nama 8 pejabat yang dilantik Bupati Trenggalek:
1.Saeroni menjabat Direktur RSUD dr. Soedomo
2.Sunarto menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
3.Muyono Pranata sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan
4.Joko Susanto sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP
5.Edi Santoso sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapat Daerah
6.Suhartoko sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
7.Agus Dwi Karyanto sebagai Kepala Dinas Pendidikan
8.Habib Solehudin sebagai Kepala Dinas Sosial dan P3A. (*)
