KETIK, SURABAYA – Ribuan umat menghadiri visualisasi jalan salib, memperingati Paskah di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Jalan Widodaren Surabaya pada Jumat, 3 April 2026.
Umat yang hadir dari usia tua, muda, hingga anak-anak khidmat menyaksikan visual jalan salib ini. Bahkan ada sejumlah umat yang menangis, karena meresapi pengorbanan Yesus Kristus sebagai penebusan dosa dan penyelamat manusia dari kebinasaan yang kekal.
Ketua Panitia, David Palma Ventania, mengatakan, visual jalan salib pada Paskah 2026 ini mengangkat tema "Tema Lima Tugas Gereja".
"Sedangkan untuk tema umum Paskah tahun ini, mengembangkan paroki melalui lima tugas gereja. Di mana kami bisa mendalami, kami bisa dewasa dalam peribadatan dalam persekutuan, dalam perdamaian, pelayanan, dan juga pewarnaan," katanya.
David menambahkan, pemeran visualisasi jalan salib sebanyak 80-100 orang dari umat Katolik.
Sutradara Regina Bela Halim menambahkan, ia tak ingin hanya membuat visualisasi jalan salib berbeda. Ia ingin ada makna yang bisa diambil dari umat setelah pulang dari gereja.
"Kami tidak ingin membuat visualisasi jalan salib hanya sekadar melihat Yesus sengsara, nangis-nangis. Yang ingin kami sampaikan sebenarnya, refleksi-refleksi dari Romo tadi," katanya.
Maka dari itu, imbuhnya, pada saat delapan pemberhentian Yesus ada makna yang ingin disampaikan kepada para umat Katolik.
Agar refleksi sampai kepada umat, Regina membuat visualisasi jalan salib yang dekat dengan permasalahan sehari-hari, seperti saat ini banyak orang yang dengan mudah saling menghujat di media sosial tanpa memikirkan dampaknya.
"Lalu bagaimana berinteraksi dengan keluarga, dengan teman-teman gereja, dengan lingkungan kita," tegasnya.
Ia berharap visualisasi jalan salib ini bisa menambah cinta kasih tuhan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
