Kios dan Kantor UPT Pasar Gadang Kota Malang Dibongkar, Pedagang Direlokasi selama 3 Tahun

9 Juli 2025 11:40 9 Jul 2025 11:40

Thumbnail Kios dan Kantor UPT Pasar Gadang Kota Malang Dibongkar, Pedagang Direlokasi selama 3 Tahun
Proses pembongkaran kantor UPT Pasar Gadang untuk relokasi pedagang. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang membongkar kios Kantor UPT Pasar Gadang, Rabu 9 Juli 2025. Pembongkaran tersebut untuk merealisasikan relokasi pedagang yang berada di sisi selatan pasar.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan pedagang akan menempati bagian dalam sisi selatan pasar selama 3 tahun. Hal tersebut untuk mengatasi kemacetan dan kerusakan infrastruktur jalan di Pasar Gadang.

"Hari ini saya mengawali untuk membongkar kantor UPT Pasar Gadang karena ini juga menyalahi. Ini bentuk keseriusan untuk membuat Pasar Gadang lebih baik lagi," ujar Wahyu usai proses pembongkaran.

Relokasi akan menyasar sekitar 686 pedagang di sisi selatan pasar. Dalam jangka waktu 3 tahun tersebut, Pemkot Malang tetap mencoba upaya untuk menyelesaikan persoalan Pasar Gadang.

"Jadi kalau Pasar Gadang sudah selesai, mereka juga bisa kembali. Kita harus gerak cepat supaya masalahnya bisa terpecahkan. Akan kami tata, mereka akan masuk. Kita bagi kios-kiosnya termasuk tempat parkir," lanjutnya.

Foto Kondisi kemacetan di Pasar Gadang, Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik)Kondisi kemacetan di Pasar Gadang, Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik)

Sebelumnya, pedagang direncanakan untuk relokasi di Terminal Hamid Rusdi namun teejadi penolakan, mengingat lokasinya yang cukup jauh dari pasar. Akhirnya digunakanlah lahan Pemkot Malang, termasuk dengan membongkar Kantor UPT dan kios pedagang di Pasar Gadang.

"Kemudian dikhawatirkan terminal Hamid Rusdi kosong. Padahal setelah ini akan ada Transjatim, angkot-angkot juga saya suruh masuk ke dalam terminal. Tetapi mereka tetap berkeinginan ada di selatan dari pasar ini," imbuhnya.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan kemacetan dan rusaknya infrastruktur jalan di Pasar Gadang. Melalui relokasi tersebut, diharapkan mengembalikan fungsi 2 jembatan yang selama inj dijadikan tempat parkir.

"Ini memang terjadi kemacetan dan tidak hanya pada jam-jam puncak saja. Ada pedagang-pedagang menempati jalan yang sebenarnya tidak boleh ditempati. Inilah penyembab timbulnya kemacetan," kata Wahyu.

Selain kemacetan, pedagang sering membuang limbah air, khususnya pedagang ikan, ke badan jalan. Akibatnya jalan menjadi rusak, kumuh, dan dipenuhi bau tak sedap.

"Selain kemacetan, pedagang itu kan membuang limbah dagangannya terutama pedagang ikan, airnya ke jalanan. Sehingga setiap tahun kita ada pemeliharaan untuk pembenahan jalan. Ini persoalan lama. Tidak ada solusi penyelesaian," ucapnya.

Pada tahap pertama penataan ini, diharapkan menjadi langkah untuk dapat menuntaskan persoalan di Pasar Gadang. Rencananya, pembongkaran hingga relokasi memakan waktu 3-6 bulan.

"Mudah-mudahan untuk tahap pertama ini, jalan di Pasar Gadang sudah tidak macet, tidak lagi rusak. Jembatan yang sudah terbangun berpuluh-puluh tahun bisa dimanfaatkan dengan maksimal," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kota Malang Pasar Gadang Pembongkaran Kios Pedagang relokasi pedagang Kantor UPT Pasar Gadang