KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaknai Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum untuk memperkuat kedamaian, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga global.
"Semangat Idulfitri tahun ini kami harapkan bisa menyemai kedamaian di tingkat regional, nasional, maupun global. Di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang menghangat, mari saling menahan diri. Peperangan harus dihentikan karena tidak memberikan keuntungan bagi siapa pun," katanya usai mengikuti salat Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi, di mana stabilitas pasokan minyak mentah turut terganggu.
"Serta dampak ekonomi yang tidak kami inginkan ini bisa berkelanjutan jika konflik terus terjadi. Semoga kedamaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh kepala negara dan warga bangsa demi terciptanya suasana yang aman dan tenteram secara global," lanjutnya.
Menanggapi gejolak geopolitik tersebut, Khofifah mengaku telah melakukan koordinasi dengan Wakil Gubernur Jawa Timur serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas selama masa mudik dan Lebaran.
Ia mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan Pemprov Jawa Timur, antara lain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui intervensi pasar.
"Memastikan distribusi bahan pokok lancar sehingga masyarakat bisa menjangkaunya dengan harga terjangkau, serta menjamin keamanan dan kenyamanan di jalan raya bagi para pemudik," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kesiapan energi selama mudik Lebaran 2026, sehingga kebutuhan masyarakat Jawa Timur tetap terpenuhi.
"Termasuk mempersiapkan SPBU portabel di jalur-jalur strategis, seperti di Tol Gending–Besuki yang baru saja difungsikan," pungkasnya. (*)
