KETIK, MADIUN – Menjelang lebaran, menukar uang lama dengan pecahan uang baru adalah tradisi yang terus berlangsung hingga saat ini. Di Kota Madiun, tradisi tersebut juga merupakan kebiasaan tiap tahunnya yang dilakukan oleh masyarakat Madiun.
Tak ayal, banyak jasa penukaran uang baru yang menawarkan jasanya di sepanjang jalan Kota Madiun. Seperti yang dilakukan oleh Dian Saputri, ia memulai jasa tukar uang baru itu sejak tahun 2018 hingga sekarang di sekitaran Jalan Dr Soetomo, Kota Madiun.
"Kalau saya ikut jasa tukar uang baru ini mulai dari tahun 2018 sampai sekarang. Saya ikut orang istilahnya saya kerja menjualkan saja. Dan untuk uang barunya dijamin keasliannya," jelasnya pada Rabu, 4 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa komisi yang ia dapat adalah 1,5% dari jasa yang sebenarnya. "Komisi saya itu sistemnya persenan. Saya dapat 1,5% dari hasil jasa yang sebenarnya. Kalau tahun ini awal puasa jasanya itu 15% per 100 ribu. Biasanya mendekati lebaran jasanya bisa naik lagi. Tapi berapa persen naiknya tergantung bosnya yang punya uang," paparnya.
Namun, Dian menuturkan bahwa jasa tukar uang baru untuk tahun ini terbilang sepi alias menurun drastis.
"Sepi, udah 2 tahun ini sepi. Mungkin karena jasanya naik terus tiap tahunnya. Dulu itu jasanya 10% dari awal sampai akhir. Tapi 2 tahun ini jasanya naik terus. Disamping itu karena adanya inflasi juga sangat berdampak," pungkasnya. (*)
