Kecewa Atribut Tak Sesuai, Belasan Grup Kasidah di Gresik Mundur dari Lomba yang Digelar IPEMI

31 Januari 2026 19:31 31 Jan 2026 19:31

Thumbnail Kecewa Atribut Tak Sesuai, Belasan Grup Kasidah di Gresik Mundur dari Lomba yang Digelar IPEMI

Suasana Lomba Qasidah dan Gambus yang diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di atrium Icon Mall Gresik.(Foto: Rif for Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Belasan grup kasidah yang tergabung dalam Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Gresik mengaku mengalami kerugian hingga mencapai puluhan juta lantaran batal mengikuti acara Lomba Kasidah dan Gambus yang diselenggarakan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di Atrium Icon Mall Gresik. 

Mereka batal tampil karena merasa kecewa pihak penyelenggara tidak memasang logo PASQI baik di backdrop panggung maupun di flayer.

​Padahal sebanyak 15 grup kasidah yang seharusnya mengikuti Lomba Kasidah dan Gambus pada tanggal 24 Januari 2026 lalu telah menjalani serangkaian persiapan sejak sebulan sebelum pelaksanaan perlombaan, dengan estimasi biaya operasional sekitar 2 jutaan tiap grup.

Estimasi biaya itu meliputi pelatihan hingga membeli atau menyewa seragam beserta make up dan biaya pendaftaran.

​“Jadi kalau ditotal keseluruhan ya mencapai puluhan juta, karena 15 grup itu melakukan persiapan sebulan sebelum pelaksanaan lomba. Otomatis sudah keluar biaya banyak, selain hanya biaya pendaftaran,” kata Ketua Dewan Pembina Paski Gresik Sutrisno.

​Menurut Sutrisno, pihak PASQI sejatinya telah mengingatkan panitia penyelenggara Lomba Kasidah dan Gambus tersebut untuk menyematkan logo sebagai bentuk kerja sama kedua belah pihak.

Namun kenyataanya, hingga puncak pelaksanaan, hanya logo IPEMI dan sejumlah donatur acara yang dipasang di backdrop panggung maupun di flayer.

​“Kenyataannya saat pelaksanaan logo Perkumpulan Seni Qasidah Islami (Pasqi) tidak ada. Karena tidak ada logo maka mengakibatkan seluruh anggota merasa kecewa, akhirnya semuanya memutuskan untuk tidak melanjutkan,” tandasnya.

​Sutrisno mengungkapkan bahwa dalam hal ini PASQI Gresik menuntut sejumlah pertanggungjawaban kepada IPEMI selaku penyelenggara perlombaan, karena peristiwa ini telah merugikan belasan grup kasidah di bawah naungan PASQI yang mundur dari kepesertaan lomba.

​“Pertama kami meminta IPEMI Gresik mengembalikan biaya pendaftaran 15 peserta yang sudah lunas. Kedua memberikan surat pernyataan permohonan maaf kepada PASQI, dan ketiga meminta IPEMI Jawa Timur untuk memberikan teguran atau sanksi atas kelalaian atau kesalahan yang dilakukan Ipemi Gresik,” terangnya.

​Bahkan lebih dari itu, lanjut Sutrisno, PASQI Gresik tidak akan segan-segan membawa perkara ini ke ranah hukum jika IPEMI Gresik selaku pihak penyelenggara perlombaan tidak kooperatif dan mengembalikan kerugian uang pendaftaran dari 15 peserta yang sudah lunas.

​“Kami minta i’tikad baik IPEMI Gresik selaku penyelenggara perlombaan untuk bertanggungjawab,” tegasnya.

​Sementara Ketua IPEMI Gresik Deasy Andriani saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan lebih jauh atas tuntutan yang dilayangkan oleh PASQI Gresik terkait kerugian yang dialami belasan grup kasidah imbas batal mengikuti perlombaan di atrium Icon Mall Gresik.

​“Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan tentang surat apa ini di WA karena bisa salah perseps. Nanti saya kabari,” pungkasnya.(*) 

Tombol Google News

Tags:

Qosidah Gresik IPEMI Gresik PASQI Gresik Lomba Qosidah