KETIK, SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengimbau para siswa-siswi di wilayah setempat tidak takut menulis dan berbicara di hadapan publik karena menjadi fondasi karakter generasi muda.
"Harus berani dan jadikan menulis sebagai budaya," ujarnya di sela sambutan sekaligus pemaparannya saat menjadi pembicara kunci Sarasehan Pelajar Jawa Timur 2026 di Malang, Selasa, 3 Februari 2026.
Mantan Pj Wali Kota Batu itu juga berpesan bahwa pelajar saat ini bukan sekadar generasi penonton.
“Kalian adalah penulis cerita zaman ini. Jika hari ini kalian berani menulis dan berbicara, maka suatu hari kalian akan berani memimpin. Inilah semangat Jatim Cerdas Pendidikan Berdampak," ucap dia.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Jurnalis Perempuan Jatim tersebut juga menghadirkan dua narasumber dari media nasional yang memberikan perspektif profesional dalam dunia jurnalistik dan public speaking.
Ammar Ramzi selaku Asisten Redaktur SEO Tvonenews.com memberikan materi mengenai teknik menulis kreatif yang efektif untuk generasi muda, cara membangun cerita relevan serta penguatan opini pelajar sebagai bentuk kontribusi sosial.
Pemateri kedua adalah Belinda Firda yang merupakan Reporter Metro TV, menekankan pentingnya public speaking sebagai kemampuan inti pelajar masa kini.
Alumnus S2 Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim tersebut juga menguraikan teknik berani tampil meski tidak sempurna, komunikasi dengan empati dan mnyampaikan pesan berdampak.
Sementara itu, sarasehan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan pelajar sebagai generasi masa depan Jawa Timur yang cerdas dalam literasi, berkarakter dalam perilaku, berdampak melalui karya dan keberanian berbicara.
Turut hadir Ketua Asosiasi Jurnalis Perempuan Jatim Hentty Kartika Sari yang juga Kepala Biro TVOne Jatim, serta 265 siswa asal Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar. (*)
