KETIK, MALANG – Arema FC belum bisa dipastikan bakal tampil dengan kekuatan penuh pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026, kontra Persik Kediri. Sejumlah penggawa Singo Edan, julukan Arema, belum bugar sepenuhnya untuk bisa tampil dalam laga tersebut.
Winger Arema FC, Salim Tuharea, merupakan pemain pertama yang kondisinya diragukan. Keraguan ini diungkapkan oleh fisioterapis Arema FC, Reta Arroyan.
"Salim ini kondisinya masih 85 persen. Ia sudah bisa berlari kecil. Namun, untuk sprint masih ada rasa mengganjal. Masih belum sempurna pemulihannya," kata Reta, Selasa, 6 Januari 2026.
Salim sendiri menderita cedera pada otot quadricepsnya. Cedera ini didapatkan pemain berusia 21 tahun tersebut pada laga kontra Persita Tangerang beberapa waktu lalu.
Selain Salim, pemain lain yang juga masih meragukan kondisinya adalah Betinho. Gelandang asal Brasil ini sedang mengalami masalah dengan engkelnya.
"Engkelnya terinjak pemain lawan pada laga menghadapi Bali United. kita akan lihat dulu perkembangannya," tutur Reta.
Setali tiga uang, Johan Ahmat Farizi juga terancam absen pada laga kontra Persik Kediri. Bek sayap Arema FC ini mengalami masalah di telapak kakinya.
"Kita lihat ke depannya bagaimana," sambungnya.
Tak hanya cedera, sejumlah pemain Arema FC lainnya juga tak berada dalam kondisi bugar karena sakit. Rifad Marasabessy contohnya. Bek kanan Singo Edan ini mengalami demam.
