Insiden Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, SOS: Memilukan dan Memalukan!

6 Januari 2026 13:54 6 Jan 2026 13:54

Thumbnail Insiden Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim, SOS: Memilukan dan Memalukan!
Koordinator SOS, Akmal Marhali, menilai insiden tendangan kungfu pada laga antara Perseta 1970 dan PS Putra Jaya sebagai hal yang memalukan dan memilukan. (Foto: dok Akmal Marhali)

KETIK, MALANG – Save Our Soccer (SOS) buka suara soal insiden tendangan kungfu yang terjadi pada laga Babak 32 Besar Liga 4 Jatim, antara Perseta 1970 Tulungagung dan PS Putra Jaya Pasuruan. Mereka menilai insiden tersebut bisa merendahkan marwah sepakbola Indonesia.

Koordinator SOS, Akmal Marhali, menyebut bahwa tendangan ini bisa jadi sebuah ketidaksengajaan. Namun, ia menegaskan, hal tersebut tetaplah sangat memprihatinkan.

"Seharusnya, seorang pemain harus memahami posisinya sebagai seorang profesional untuk bisa menjaga marwah dan juga profesi sebagai pesepakbola," kata Akmal kepada Ketik.com, Selasa, 6 Januari 2026.

"Ini kejadian yang sangat memilukan sekaligus sangat mengenaskan. Pemain harusnya tahu bagaimana melakukan tekel atau melakukan aksi di lapangan agar tidak membahayakan sesama pemain," sambungnya.

Lebih lanjut, Akmal meminta agar Komite Disiplin PSSI menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan pada insiden ini. Jika memang ada kesengajaan, mantan jurnalis olahraga ini meminta Komdis memberikan hukuman berat bagi sang pelaku.

"Ini kejadian yang tidak boleh terulang ke depannya karena sangat berbahaya," tandasnya. 

Sebelumnya, pada menit ke-71 laga antara PS Putra Jaya dan Perseta 1970, yang dihelat di Stadion Gelora Bangkalan, Senin, 5 Januari 2026, M. Hilmi melakukan tendangan kungfu ke dada Firman Nugraha. Akibat insiden itu, Firman tergeletak di lapangan.

Setelah mendapat pertolongan darurat di lapangan, Firman kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat penanganan lebih lanjut, kondisi Firman membaik.

Sementara itu, manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan mengambil langkah tegas kepada M. Hilmi Gimnastiar, yang melakukan pelanggaran brutal kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga Babak 32 Besar Liga 4 Jatim 2025/2026. Mereka resmi memecat Hilmi untuk ulahnya tersebut.

Pemecatan Hilmi dituangkan dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Harian, Gaung Andaka Ranggi, PS Putra Jaya menyebut tindakan Hilmi jauh dari azas sepak bola. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Akmal Marhali Save Our Soccer SOS Perseta 1970 PS Putra Jaya Babak 32 Besar Liga 4 Jatim