KETIK, MALANG – Manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru Pasuruan mengambil langkah tegas kepada M. Hilmi Gimnastiar, yang melakukan pelanggaran brutal kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga Babak 32 Besar Liga 4 Jatim 2025/2026. Mereka resmi memecat Hilmi untuk ulahnya tersebut.
Pemecatan Hilmi dituangkan dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Harian, Gaung Andaka Ranggi, PS Putra Jaya menyebut tindakan Hilmi jauh dari azas sepak bola.
PS Putra Jaya menyebut tindakan Hilmi ini menyebabkan pemain Perseta 1970 cedera. Mereka menyebut bahwa tindakan pemain berusia 20 tahun tersebut juga menyalahi koridor aturan sepakbola.
"Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami, khususnya kepada tim Perseta 1970," demikian tertulis dalam surat bertanggal 5 Januari 2026 tersebut.
Sebelumnya, pada menit ke-71 laga antara PS Putra Jaya dan Perseta 1970, yang dihelat di Stadion Gelora Bangkalan, Senin, 5 Januari 2026, M. Hilmi melakukan tendangan kungfu ke dada Firman Nugraha. Akibat insiden itu, Fiman tergeletak di lapangan.
Setelah mendapat pertolongan darurat di lapangan, Firman kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat penanganan lebih lanjut, kondisi Firman membaik.
Dalam rekaman yang kemudian banyak beredar di media sosial, Firman menunjukkan kondisi dadanya yang sempat terkena tendangan kungfu Hilmi. Tampak sejumlah memar dan lecet di dada Firman. (*)
